Gula merah diduga dioplos dengan bubuk deterjen ditemukan di Curup

Gula merah diduga dioplos dengan bubuk deterjen ditemukan di Curup

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Hasil inspeksi Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Rejang Lebong, menemukan bahwa produsen gula merah oplosan memang benar ada di wilayah Rejang Lebong. Namun, yang ditemukan petugas, para pengusaha tersebut ternyata memilih mengganti deterjen tersebut dengan sagu atau minyak goreng.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinkop UKM Perindag Rejang Lebong, Suhandak, menyatakan bahwa campuran tersebut tetap berbahaya.

“Sebabnya, gula putih yang digunakan adalah gula putih yang sangat encer, kami menyebutnya sebagai daur ulang,”ungkap Suhandak.

Komposisi pembuatan gula merah ini adalah 25 persen air nira, 70 persen gula putih dan sisanya adalah bahan perekat. Suhandak memastikan saat ini pembuat gula sudah tidak ada yang menggunakan detergen sebagai perekat.

“Mereka pakai sagu atau minyak sayur,”terang Suhandak.

Sayangnya, karena menggunakan gula putih yang terlalu banyak, zat gulanya jauh lebih tinggi dari gula merah biasa. Hasilnya, tambah Suhandak, penderita diabetes yang lari ke gula merah, akan tetap terkena imbasnya. Selain itu, pengusaha ini juga merusak citra gula merah khas rejang Lebong.

“Warnanya juga terlalu hitam, mudah membedakannya,”pungka Suhandak. (vai)