illustrasi

illustrasi

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Dua pekan jelang perayaan Hari Raya Idul Adha di Kota Bengkulu, penjual hewan kurban mengeluhkan turunnya angka pembelian sapi dan kambing, hingga 50 persen di banding tahun lalu.

Dardiri, pedagang sapi dan kambing di Jalan Sungai Rupat mengungkapkan di tahun lalu dua pekan sebelum Idul Adha, sudah terjual 200 ekor sapi dan 600 ekor kambing, sedangkan di tahun ini baru mencapai 100 ekor sapi dan 40 ekor kambing.

“Tahun lalu biasanya dua minggu sebelum Idul Adha sudah banyak yang memesan hewan kurban. Kalau pun ada penambahan jelang Idul Adha, biasanya tidak terlalu banyak,” jelas Dardiri, Rabu (09/09/2015).

Menurutnya penurunan ini disebabkan lonjakan harga yang terjadi di masyarakat. Tahun lalu, harga seekor sapi dijual kisaran Rp 10 juta per ekor, sedangkan tahun ini harga jual sapi mencapai Rp 12 juta per ekor. Sementara untuk kambing dihargai Rp 1,5-2 juta per ekor.

Dardiri juga mengatakan sapi yang didatangkan merupakan jenis sapi lokal dari Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan.

“Untuk harga kambing tidak ada kenaikan. Kalau kambing 70 persen didatangkan dari Lampung dan 30 persen dari lokal. Stok sapi disediakan 150 ekor dan kambing 200 ekor,” lanjutnya.

Di samping itu, anjloknya harga karet dan sawit sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Jika perputaran ekonomi di pedesaan baik maka perekonomian Bengkulu lancar.

“Ini bukan di Bengkulu saja, tempat lain pun begitu. Alhamdulilah masih banyak yang beli,” pungkasnya.

Sutopo, salah seorang pembeli mengaku sebenarnya merasa keberatan dengan harga sapi yang melonjak saat ini. Namun karena sudah berniat untuk berkurban, dirinya rela mengeluarkan biaya ekstra.

“Terbilang mahal memang, tapi mau bagaimana lagi kondisi perekonomian memang lagi sulit. Tapi karena sudah niat berkurban, biayanya kita upayakan,” pungkasnya.(val)