DIMANGSA HARIMAU : Tampak seekor kambing milik warga yang diduga jadi korban terkaman harimau di sekitar area perkebunan PTPN VII, Desa Padang Pelawi Seluma.(Foto : Sepriandi)

DIMANGSA HARIMAU : Tampak seekor kambing milik warga yang diduga jadi korban terkaman harimau di sekitar area perkebunan PTPN VII, Desa Padang Pelawi Seluma.(Foto : Sepriandi)

Seluma, kupasbengkulu.com – Hasil penelusuran tim BKSDA dibantu pihak PTPN 7 di Abdeling 8 Dusun Sialang Desa Padang Pelawi Kecamatan Sukaraja ditemukan 11 ekor bangkai kambing milik Usup (karyawan red) satu diantaranya tersisa bagian kaki sementara di afdeling 6 wilayah Padang Capo kambing milik Suyono yang sudah dikubur dibongkar kembali yang diduga dibongkar oleh Harimau.

12 kambing mati diapdeling 8 dan satu diapdeling 6 PTPN 7 Cabang Padang Pelawi Kabupaten Seluma.

Kepala Resor BKSDA Sukaraja Seluma Zainal Asikin mengatakan pihaknya memastikan akan mengambil langkah cepat mengingat jarak pemukiman karyawan PTPN ke lokasi hanya dua Kilo Meter.

“Kita akan cek lokasi terlebih dahulu yang jelas kita upayakan hari ini akan dipasang kerangkeng,”Katanya.

Sementara itu humas PTPN 7 Riky K. Mahpub mengatakan saat ini kariawan PTPN 7 yang berdekatan lansung dengan lokasi sudah di intruksikan untuk lebih waspada.

“Sudah diinstruksikan kalau malam tidak ada yang keluar dan saat bekerja harus berkelompok,”Ujarnya.

Saat ini 18 Kepala Keluarga di Dusun Sialang Desa Padang Pelawi yang berjarak 30 KM dari jalan lintas Bengkulu-Lampung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkulu Tengah mulai risih karena sebelumnya sudah ada warga setempat yang melihat langsung harimau tersebut.

“Dulu saat penanaman sudah pernah ketemu dengan saya tapi masih kecil, sepertinya memang lebih dari satu ekor,”Kata Karyawan PTPN7 Bakarantoni
Dia menambahkan sebelumnya istrinya yang juga kariawan PTPN7 juga nelihat harimau dilokasi bukit gadis apdeling 6.

“Pas lagi kerja istri saya melihat lansung beruntung jarak masih jauh lalu istri saya lari ke rumah,”Cerita Bakar.

Saat ini petugas BKSDA yang membawa karengkeng masih dalam perjalanan sementara para pekerja diwilayah afdeling 8 sialangan diliburkan guna menghindari adanya ancaman binatang buas.(cee)