pesawat terbang di danau mas Rejang Lebong

pesawat terbang di danau mas Rejang Lebong

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi kembali memaparkan rencana pengembangan Danau Mas Harun Bastari (DMHB). Salah satunya adalah menghidupkan kembali bangkai pesawat terbang jenis CSA 212 Seri 200 yang saat ini berada di areal wisata tersebut.

Sebelumnya, Hijazi juga memaparkan rencana pembangunan hotel, pengembangan danau, hingga pembangunan air pancur tertinggi se-Indonesia di DMHB. Khusus untuk bangkai pesawat, lanjut Hijazi, akan dijadikan salah satu penarik minat wisatawan untuk ke DMHB.

“Kita pugar kembali, perbaiki hingga seperti diawal,” kata Hijazi.

Kelanjutannya, Pesawat Terbang tersebut akan dijadikan model pembelajaran bagi para siswa di Rejang Lebong. Sebab, kata Hijazi, lantaran wilayah yang terletak di pegunungan dan tidak terdapat bandar udara (bandara), maka ada banyak warga Rejang Lebong yang belum atau tidak pernah melihat pesawat terbang secara utuh.

“Kemungkinan ada banyak ornag Curup yang tidak pernah lihat pesawat terbang, jadi bisa dijadikan model pembelajaran apabila ada siswa yang akan mempelajari tentang pesawat terbang,” lanjut Hijazi.

Pesawat terbang tersebut, awalnya didatangkan dari Bandung, sekitar tahun 2000-an. Hanya onderdil dan peralatan saja yang didatangkan waktu itu. Kemudian, perlu waktu satu minggu penuh bagi teknisi untuk merakit kembali pesawat yang mampu menampung 30-an penumpang tersebut. Rencana awalnya, pesawat itu akan dijadikan restoran berkonsep lapangan terbang.

Namun, terjadi sedikit masalah, sehingga ada pergantian bupati, yang membuat bangkai pesawat tersebut terbengkalai hingga sepuluh tahun lebih. Hasilnya, banyak bagian dan isi dalam pesawat tersebut, termasuk tempat duduk pilot yang dilucuti oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Penulis : Adhyra Irianto