kupasbengkulu.com, rejang lebong – Salah satu kluster andalan Rejang Lebong, Itik Talang Benih dikabarkan kesulitan bertelur akhir-akhir ini. Biasanya, itik jenis ini memiliki kelebihan yakni bertelur jauh lebih banyak dari itik biasa.

Bila itik biasa hanya bisa mencetak 200 telur maksimal untuk satu ekor dalam pertahun, maka itik dengan kluster langka ini bisa mencapai 250 butir telur.

Namun, beberapa bulan terakhir, kondisi tersebut mulai terhambat. Seekor Itik Talang Benih dikabarkan memiliki produktivitas yang sama dengan itik biasa, dalam beberapa bulan terakhir. Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Bambang Himawan menyebut bahwa hal tersebut dikarenakan faktor cuaca.

Kondisi cuaca yang dilanda perubahan ekstrim berpengaruh sangat besar pada produktivitas itik andalan Rejang Lebong tersebut.

“Tentu saja, selain pengaruh cuaca juga ada hal lain yang mempengaruhi produktivitas bertelur itik tersebut,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Bambang menyebut bahwa pihaknya masih optimis dengan proyeksi Itik Talang benih. Menurutnya, ‘ledakan’ produktivitas dan pendapatan dari peternakan Itik ini tinggal menunggu waktu saja. Selain itu, ia menyatakan bahwa BI Bengkulu juga masih akan mengawasi dan mewadahi Peternakan Itik Talang Benih di Rejang Lebong, sampai satu tahun kedepan.

“Satu tahun sebelumnya, kita mewadahi pengembangan kluster Itik Tlaang benih di Talang benih, sedangkan sampai satu tahun kedepan, kita akan mewadahi peternakan sama di Kelurahan Rimbo Recap,” pungkasny. (vai)