Seluma, kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Dispernakbun) Kabupaten Seluma, Marah Halim, mengaku pesimis mengenai lokasi cetak sawah baru yang menjadi program Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan TNI.

“Ada lima lokasi yang sudah disurvey, namun kemungkinan besar tidak ada yang cocok dengan persyaratan yang diterima,” ujarnya.

Menurutnya, dari lima lokasi yang disurvey pada tahap awal, dua lokasi masuk kategori survey lanjutan. Namun kemungkinan Seluma tidak mendapatkan lokasi sebab lahan kosong telah banyak menjadi kebun kelapa sawit.

“Ada yang cocok, tapi kemiringan tanah cukup tinggi seperti di Kecamatan Ulu Talo. Di Seluma Selatan sudah banyak ditanami sawit,” beber dia.

Program 1 juta hektare pertahun, dengan masing-masing provinsi mendapatkan 25.000 hektare sawah baru ini, menurutnya harus memenuhi syarat, yakni tidak masuk dalam Hutan Lindung (HL), Hutan Produksi Terbatas (HPT), Hak Guna Usaha (HGU), dialiri irigasi, luas tanah minimal satu hamparan 5 hektare, serta tidak berada pada tanah miring.

“Ini program 2017, namun mulai disurvey tahun ini,” tandasnya. (sep)