KUPASBENGKULU.com, SELUMA – Menjelang hari raya Idul Fitri 1436 H lonjakan harga bahan pokok di sejumlah daerah sangat significant. Namun berbeda dengan harga jual hasil pertanian, sebelumnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani Rp 1500 per kilogram saat ini turun menjadi Rp 950 per kilogram.

Perbedaan muncul dari hasil pertanian Getah karet dari harga jual sebelumnya hanya Rp 5000 per kilogram saat ini sudah naik menjadi Rp 8000 per kilogram.

“Harga karet naik sementara harga sawit turun, jadi harga jual hasil pertanian tidak pernah berpihak ke petani, entah ada permainan pembeli atau memang harga jual pasaran,”Kata Petani Sawit Desa Lunjuk Kecamatan Seluma Barat Sirman, di kediamannya Rabu (01/07/2015).

Dia menerangkan naik turunnya harga jual hasil pertanian membuat sejumlah petani di daerah itu “galau” mengingat sejumlah perkebunan karet saat ini telah berganti menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Saat hasil pertanian sawit banyak harganya turun, saat perkebunan karet sudah banyak diganti harganya mulai naik, saat petani sawah mulai bercocok tanam harga beras melonjak naik, saat petani sawah memasuki musim panen harganya turun drastis,” keluhnya.

Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada solusi yang didapat dari pemerintah daerah sehingga besar kecilnya harga jual hasil pertanian tidak dapat ditentukan oleh petani.

“Pemerintah kita selalu rencana, ada solusi tapi tidak ada anggaran,” pungkasnya.(cee)