petani memberishkan keong emas di sawah

petani memberishkan keong emas di sawah

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Salah seorang pemilik sawah di areal persawahan Lubuk Serigo Taba Penanjung, Titi mengatakan musim tanam Desember ini dihadapkan dengan kehadiran ribuan hama keong mas, yang kerap memakan batang padi.

“Biasanya tidak pernah sebanyak ini, pas pembajakan tidak kelihatan, kita baru sadar saat sawah selesai digaruh. Saya sudah kumpulkan dua hari kemarin tiga karung dan saya bakar disana,” ungkapnya kepada kupasbengkulu.com jumat (5/12/2014) sambil menunjuk ke tanah di samping dangau.

Menurutnya banyaknya hama keong ini dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi sehingga keong dengan cepat berkembang biak. Hal ini membuatnya terpaksa menunda penanaman padi selama empat hari karena harus memberikan racun khusus keong mas, lalu mengeringkan sawah lagi.

Ia mengaku meski telah diracun tak semua keong mas mati. Karenanya ia tetap mengecek setiap petakan sawah, untuk mengumpulkan yang masih hidup dan memungut yang telah mati. Titi mengatakan jika keong mas berukuran besar banyak yang berminat untuk mengolahnya jadi bahan makanan maupun untuk pakan bebek. Namun karena rata rata keong mas sekarang kecil, dan paling besar hanya seukuran jempol kaki maka tak dapat dimanfaatkan.

Selain memusnahkan keong mas, ia juga memusnahkan telur-telur keong mas yang terlihat banyak tertempel di rerumputan pematang maupun batang padi.

“Sekarang air sawah kita keringkan dan disetiap ujung petakan kita keluarkan airnya , agar tak tergenang jika hujan supaya keongnya pada mati”tutupnya berharap.(qef)