gadungan

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – FE (30), hanya bisa meringkuk ketika penyidik mengambil keterangan darinya, Jumat (4/9/2015). Tentu saja ia malu, bila sebelumnya berpura-pura menjadi polisi demi cinta seorang gadis pelajar, sekarang justru dihadapkan dengan polisi yang asli.

Ketika ditanyakan tentang seragam Polri yang dimilikinya, ia menjawab bahwa hal tersebut pemberian dari bibinya, di Kepahiang. Kebetulan, terang FE, anak Bibinya berhasil lulus menjadi Polisi yang dengan pangkat Bripda, pangkat yang selama dua bulan kemarin di’klaim’nya.

“Bibi saya berpesan, saya harus melepaskan semua atribut dan tempelan yang berada di baju itu sebelum dipakai, tapi saya ‘lupa’ melepas atribut SPN-nya (Sekolah Polisi Negara),” kata Fe pada kupasbengkulu.com.

Didepan penyidik, ia juga berkata bahwa ia sebenarnya memang bercita-cita menjadi seorang polisi. Sayang, cita-cita mulia itu justru buyar karena sekolahnya terputus saat kelas 4 SD. Sehingga, ketika berperan sebagai ‘polisi gadungan’, ia berusaha berperan dengan baik. Tentu saja, ‘akting’ tersangka selama dua bulan terakhir, berhasil memperdaya Molek (17), serta keluarga besarnya. Tercatat, sudah delapan kali ia bertandang ke rumah korban dalam dua bulan tersebut.

“Saya sempat menyatakan pada dia (korban) akan menikahinya, tentu saja ia bahagia mendengarnya,” terang pelaku.

Versi pelaku, saat hendak melakukan hubungan badan, perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Sebelum itu, tambah pelaku, ia dan korban bahkan sudah saling memanggil dengan sebutan ‘Ayah-Bunda’. Ia berkata pada gadis, untuk membuktikan besarnya cinta sang gadis padanya, dengan cara berhubungan badan. Saat itu, tambah pelaku, korban hanya pasrah hingga ia berhasil melakukan tindakan bejat tersebut.

“Saya hanya bilang ‘kalau cinta buktikan!’, setelah itu dia pasrah saja,” tambah Fe.
Penyebab ia melakukan hal tersebut, adalah kisah cintanya dengan istrinya yang berakhir buruk. Pelaku menceritakan bahwa ia dan istrinya terancam cerai, lantaran ia menemukan SMS mesra antara istrinya dengan laki-laki lain. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa ia berani berhubungan dengan perempuan lain disebabkan oleh perlakuan istrinya. Sayangnya, ia mengelabui gadis yang ia cintai tersebut dengan berpura-pura sebagai anggota polisi. (vai)