beras/illustrasi

beras/illustrasi

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Musim kemarau panjang kali ini berpengaruh signifikan pada produksi beras di Rejang Lebong. Terbukti, pantauan kupasbengkulu.com pada hari Senin (19/10/2015), diketahui terjadi kenaikan harga beras dibeberapa titik pasar utama Rejang Lebong.

Belum cukup sampai disitu, Rejang Lebong yang dikenal dengan produksi andalan dari sektor pertanian, saat ini ‘dikeroyok’ oleh beras dari luar.

Seorang agen beras di Pasar Tradisional, Ratna (45) menyatakan saat ini, di Pasar atas didominasi beras dari wilayah Sumatera Selatan dan Lampung. Untuk wilayah Sumatera Selatan, beberapa wilayah ‘penyetor’ beras terbanyak adalah wilayah Palembang, Belitang, Ogan Komering Ulu dan sekitarnya.

“Untuk beras lokal sedang habis, kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit,” kata Ratna.

Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan di Rejang Lebong, pasokan dari luar provinsi ditingkatkan. Total, setiap bulan bisa masuk sekitar 10 ton beras untuk didistribusikan diwilayah Rejang Lebong.

Untuk harga beras, terjadi kenaikan harga (Inflasi) hingga 10 persen pada seluruh jenis beras. Bila sebelumnya beras dihargai sebesar Rp 140.000 per kaleng, saat ini sudah menjadi Rp 150.000. Sedangkan beras kualitas bagus, saat ini dijual seharga Rp 180.000 per kaleng. Untuk beras jenis kemasan, bahkan ada yang mencapai Rp 250.000 perkemasan. (vai)