Reses

Reses dewan tampung keluhan masyarakat.  

Lebong, Kupasbengkulu.com, Lebong – Masyarakat mengeluhkan padi disawahnya mati akibat limbah belerang, yang diduga berasal dari PT Pertamina Gheotermal Energy (PT PGE) Hulu Lais.

Hal itu tercermin dari keluhan masyarakat yang disampaikan pada anggota DPRD Lebong, saat reses di Dapil II, terpusat di Desa Danau Liang Kecamatan Lebong Tengah, Rabu (30/3/2016).

Dalam reses itu, dibuka dua sesi tanya jawab, Tiap sesi terdiri tiga pertanyaan dari masyarakat. Pertanyaan tersebut meliputi infrastruktur, pertanian dan kesehatan. Namun, mayoritas masyarakat yang diberikan kesempatan bertanya, mengeluhkan tanaman padi sawahnya banyak mati, karena tercemar air belerang yang diduga limbah PT PGE.

Ini disampaikan warga Desa Semelako 1, Yansen Kohar. Hampir seluruh padi di lahan sawah miliknya mati, akibat limbah belerang. Akibatnya, sebagian besar petani yang terkena dampak serupa, terancam gagal panen pada musim tanam tahun ini.

“Semenjak adanya PGE, kadar belerang di sawah kami yang ada di Kecamatan Bingin Kuning meningkat, yang mengakibatkan padi mati. Saya menduga belerang tersebut berasal dari limbah PGE,” kata Yansen yang diikuti oleh petani lainnya.

Baru Indikasi
Hal itu langsung ditanggapi oleh Ketua Komisi III, A. Bursani. “Jika memang apa yang disampaikan bapak-bapak ini didasari oleh fakta, kami akan langsung memanggil dinas terkait dan pihak PGE, langsung untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Karena hal ini baru indikasi, kita tidak bisa menuding perusahaan tersebut, karena hal ini harus dibuktikan terlebih dahulu,” terangnya.

Selain itu, ada pula masyarakat mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujung Tanjung termasuk fasilitas yang ada. Kades Semelako 1, Darmadi yang menceritakan pengalamannya selama mengantarkan warganya berobat di RSUD Ujung Tanjung.

“Beberapa waktu lalu, saya mengantarkan ada warga saya yang sedang sakit ke RSUD, namun oleh pihak RSUD belum diperiksa terlebih dahulu, pasien tersebut langsung dirujuk keluar. Ditambah lagi fasilitas air bersih di ruang rawat inap sering kosong, tidak ada airnya,” kata Kades.

Anggota Komisi I, Widuri Vivi Selviana yang mendengar keluhan itu, langsung berang. Bukan tanpa alasan, dirinya yang juga anggota Banggar DPRD Lebong mengetahui persis dana yang dikucurkan, untuk RSUD dari dana APBD setiap tahunnya yang tidak sedikit.

“Kebetulan yang menangani ini bidang saya, dan saya juga kebetulan anggota banggar. Jadi setiap tahunnya, dana yang dikucurkan ke RSUD tidak sedikit, demi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai untuk masyarakat Lebong. Kalau memang seperti ini kejadiannya, usai reses ini saya mengajak anggota dewan lainnya untuk sidak ke RSUD,” tegas Vivi.(spi)