salah satu tradisi adat kabupaten Seluma (bedindang)

salah satu tradisi adat kabupaten Seluma (bedindang)

Seluma, kupasbengkulu.com – Silat tradisional Kabupaten Seluma yang merupakan olah raga bela diri saat ini mulai terasingkan di tengah masyarakat, kurangnya minat belajar dan minimnya fasilitas sehingga keberadaan silat tradisional kurang dikenal di Kabupaten Seluma.

Menurut sesepuh Desa Tanjung Seru, Supardi silat tradisional di Kabupaten Seluma terdiri dari beberapa macam namun puncak tertinggi silat ada di silat macan karena gabungan dari seluruh gerakan silat diajarkan silat macan.

“Jenis silat ada jenuk, starlak dan silat macan, dalam Serawai dikenal dengan silek dusun, namun silat yang paling tinggi ada di silat macam karena seluruh gerakan macan dipecah menjadi sembilan nah dari sembilan jenis gerakan itu diantaranya diajarkan di silat jenuk dan starlak,”cerita Supardi di Seluma Senin (4/5/2015).

Dia mengatakan ajaran silat di Kabupaten Seluma diajarkan secara turun temurun latihan dilakukan pada malam hari dan jauh dari keramain.

“Sebelum latihan diadakan salat berjamaah terlebih dahulu kemudian doa bersama barulah melaksanakan latihan,”ujarnya.

Supardi menjelaskan bahwa silat tradisional merupakan olahraga bela diri sehingga membutuhkan keseriusan dan waktu yang luang.

“Besilek itu menggunakan langkah tiga dan langkah lima,itu merupakan teknis dasar olahraga bela diri silek dusun,”bebernya.
Supardi mengakui silat tradisional merupakan silat asli dari leluhur kabupaten Seluma yang perlu dipertahankan dan dipatenkan.

“Ini asli dari nenek moyang diajarkan bertahap dan secara turun temurun,”tandasnya.

Hingga saat ini silat tradisional asli Kabupaten Seluma masih dilestarikan sebagian masyarakat adat yakni di Desa Talang Beringin, Desa Lubuk Resam,Desa Puguk Kecamatan Seluma Utara Desa Air Teras Kecamatan Talo,Desa Tanjung Seru, Desa Tanjungan Desa Padang Genting Kecamatan Seluma Selatan dan Kelurahan Napal Kecamatan Seluma Kota.

“Latihan bela diri silek dusun memang dilakukan pada malam hari,bertahap dari tekhnis dasar sampai pada uji nyali,”katanya.

Meskipun silat tradisional belum terlalu dimunculkan namun keberadaan silat tradisional masih akan dipertahankan oleh masyarakat adat Kabupaten Seluma.

Penulis: Sepriandi, Seluma