Ilustrasi: Istimewa

Ilustrasi: Istimewa

kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, mengatakan mulai bulan April mendatang, pemerintah pusat sudah menginstruksikan agar getah karet dari petani langsung diserap oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani karet, yang mana program yang sama dilakukan kepada produk kelapa sawit guna memangkas biaya ekspor kedua komoditi ini.

“Kesepakatan penurunan ekspor merupakan yang ke empat kali dengan tujuan menjaga harga karet agar tidak terus tertekan,” ujarnya, Selasa (29/03/2016).

Dia mengatakan, pemerintah pusat sebelumnya menyepakati pengurangan volume ekspor pada bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013. Dari kesepakatan tersebut, harga karet bisa terdongkrak hingga mencapai 3,03 dolar AS per kg, dari sebelumnya turun 2,6 dolar AS per kg.

“Kita berharap tahun 2016 harga karet bisa terus naik. Penurunan harga karet terjadi karena pelemahan permintaan dari negara-negara pengimpor utama sebagai dampak krisis global dan ditambah turunnya harga minyak mentah. Namun dengan penyerapan dari dalam negeri diharapkan membuat harga karet di tingkat petani terus membaik,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya terus menjaga agar setidaknya harga karet di tingkat petani berada di angka Rp 4.500 perkilonya.

“Kebijakan pengurangan ekspor ini tidak hanya dilakukan oleh Indonesia saja, melainkan diterapkan juga di negara lain seperti Thailand dan Vietnam,” demikian Ricky. (val)