Desi mengaku tiba di Kota Curup, untuk menghindari KDRT oleh suaminya.

Desi mengaku tiba di Kota Curup, untuk menghindari KDRT oleh suaminya.

Rejang Lebong-Kupasbengkulu.com– Desi Diana Sari (25) warga Sekayu, Sumatera Selatan tersesat ke Pos Kota, Pasar Bang Mego, Curup Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (16/2/2016) malam.

Kedatangannya  dengan lusuh sontak mengejutkan petugas polisi yang bertugas. Katanya dirinya lagi kabur dari rumah suaminya di Sekayu, hendak pulang ke rumah orang tuanya di Betungan, Kota Bengkulu.

Desi mengaku menjadi bulan-bulanan suaminya, akibat ribut mulut  beberapa jam sebelumnya ke Curup. Hal itu dibuktikannya dengan sebuah luka di pelipis matanya.

“Saya kena tinju suami saya, sehingga saya memilih kabur dari rumah,”  jelas Desi.

Malangnya, Desi nekat kabur tanpa membawa persiapan dana yang cukup tiba di Lubuklinggau,  dan estafet  dengan mengantongi  uang Rp 50 ribu naik kendaraan sampai Curup.

“Saya tidak punya uang lagi, juga tidak bawa bekal apapun,” kata  Desi.

Petugas tampak dibuat kesulitan, karena Desi  tidak dapat berbahasa Indonesia yang fasih, Ia hanya mengunakan  bahasa daerah Sekayu. Korban membawa dua karung bahan dapur dan beberapa pakaian saja.

Tak hanya polisi, Desi juga tampak bingung menjawab pertanyaan petugas. Perempuan itu sempat terlunta-lunta satu malam di lokasi, sebelum diamankan pihak dinas kabupaten bersama dengan Polres, Rabu (17/2/2016).

Penulis : Adhyra Irianto