kupasbengkulu.com, rejang lebong – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup mengakui bahwa saat ini pasien cuci darah sudah sangat membludak. Dalam satu bulan, sudah lebih dari 350 kunjungan dari pasien yang berasal dari daerah Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang dan sekitarnya.

Saat ini, RSUD Curup hanya memiliki total 12 unit alat cuci darah. Direktur RSUD Curup, Tanzilul Anzhar ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Total alat yang kita miliki adalah 15 unit, namun tiga diantaranya sedang dalam keadaan rusak,” jelas Tanzilul pada kupasbengkulu.com, Selasa (8/9/2015).

Dengan total 12 alat yang masih berfungsi tersebut, Tanzilul mengakui adanya antrian panjang dari pasien. Rata-rata, pasien yang melakukan cuci darah di RSUD Curup telah divonis mengidap penyakit Gagal Ginjal dan lain-lain.

Untuk menghindari adanya antrian, lanjut Tanzilul, maka pihaknya akan melakukan penambahan alat cuci darah dalam tahun ini.

“Idealnya, untuk Rumah Sakit rujukan, setidaknya memiliki sekitar 20 alat cuci darah, mudah-mudahan tahun ini penambahan tersebut bisa terealisasi,” tambahnya.

Hingga saat ini, lanjut Tanzilul, pihaknya masih mempelajari penambahan alat tersebut apakah murni penambahan 8 unit alat atau hanya penambahan 5 alat dengan perbaikan pada 3 unit yang rusak.

Sebab, tiga alat tersebut masih berada dalam kondisi rusak sedang, namun tidak bisa digunakan. Tanzilul menyatakan, alat tersebut merupakan pengadaan pertama pada tahun 2007 silam.

Sedangkan alat lainnya, merupakan penambahan dalam pengadaan beberapa tahun lalu.

“Kita hitung dulu apakah mengganti dan memperbaiki masih lebih mahal memperbaiki, kalau memang benar lebih mahal sebaiknya kita mengganti saja,”pungkas Tanzilul. (vai)