Kamis, Oktober 6, 2022

Pemkot Sampaikan Maaf Kepada Keluarga Balita yang Ditolak Puskesmas

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Pelayanan Puskesmas Muara Bangkahulu di Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu mendapat sorotan dan perhatian dari warga baru-baru ini. Pasalnya pasca aksi pegawai puskesmas yang menolak pasien balita untuk berobat.

Sempat  viral di facebook melalui akun @Maiko Putra dan @Delfy Koko. Akun tersebut memberikan informasi apa yang terjadi (insiden) terkait pelayanan puskesmas Muara Bangkahulu saat itu dan menyarankan warga sekitar apabila ada pasien sekarat untuk tidak dibawa ke puskesmas tersebut.

Ia bercerita, “Ada anak balita umur 1 tahun terkena step demam (kejang-kejang) pergi ke puskesmas Muara Bangkahulu. Tak enaknya mereka mendapatkan penolakan dan tak ada bantuan upaya dari pihak puskesmas,” katanya diunggah di akun Facebook.

Kemudian, pihak keluarga meminta tolong puskesmas tersebut untuk dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans, namun pihak puskesmas justru malah menyarankan mencari angkot. Hal ini lantaran sudah di luar jam dinas (kerja).

Lalu, pada status FB tersebut, @Maiko Putra meminta Walikota Bengkulu Helmi Hasan melakukan tindakan tegas kepada puskesmas tersebut. Sebab, hal ini sangat bertentangan dengan program Helmi-Dedy yakni melayani dan membahagiakan masyarakat Kota Bengkulu.

Menanggapi kejadian tersebut, Walikota Bengkulu Helmi Hasan langsung ambil tindakan dengan mengutus Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, beserta pejabat vertikal jajaran Pemerintah Kota Bengkulu, salah satunya Plt Dinkes Sri Martiana untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di puskesmas Muara Bangkahulu, Kamis (3/2), Wawali Dedy dan jajarannya mendengarkan berbagai penjelasan dari pihak yang bersangkutan saat insiden penolakan balita step terjadi.

Dedy turut menyesali atas insiden yang terjadi. Ia pun langsung meminta maaf atas kelalaian petugas puskesmas Muara Bangkahulu terkait pelayanan yang kurang baik.

“Ini urgent dan bersifat kemanusiaan. Maka hal ini sama saja seperti menampar wajah kota. Bagaimana tidak, sementara kita saat ini sudah bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Harusnya pelayan masyarakat disini lebih peka dan sensitif terhadap kemanusiaan, apalagi kondisinya mendesak ada balita butuh bantuan,” sesal Dedy.

Atas kejadian ini, Dedy kembali memohon bahwa Pemkot Bengkulu meminta maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang terjadi. Ia pun berulangkali mengungkapkan rasa penyesalannya atas tindakan tersebut.

Kendati jam kerja telah habis, harusnya, kata Dedy, pegawai di puskesmas memiliki rasa prikemanusiaan dan mau memberikan pertolongan.

“Akan ada keputusan nantinya. Saya tegaskan Pemkot memohon maaf. Secara aturan memang puskesmas itu tidak lagi melayani perawatan di atas jam kerja. Nah, kejadian ini di atas jam kerja, kelalaian petugas kami terlalu kaku menerjemahkan aturan itu. Tetapi itu pun tidak boleh ditolerir, kami  tetap mengevaluasi dan kami sudah mengatakan yang tegas akan ada sanksi bagi mereka-mereka yang kurang sensitif terkait soal kemanusiaan ini,” tambahnya.

Sementara, Kadis Kominfo Eko Agusrianto bersama Asisten II Saipul Apandi dan Plt Asisten III Eka Rika Rino, dan Kepala BKPP Achrawi melakukan konferensi pers dan menyampaikan permohonan maaf Pemkot Bengkulu.

“Kami atas nama pemkot menyampaikan permohonan maaf. Meskipun kita tahu bahwa anak tersebut adalah warga dari Benteng, tapi lagi-lagi seperti yang sering disampaikan oleh pak walikota dan wakil walikota bahwa alasan kemanusiaan ini menjadi suatu tolak ukur. Jadi ketika bicara kemanusiaan, semua warga Indonesia berhak dapat pelayanan kesehatan dimanapun,” ujar Eko.

Ia berharap kejadian serupa tak kembali terulang di puskesmas lainnya. Sebagai konsekuensinya, Pemkot akan mengambil tindakan tegas atas kejadian ini.

“Sebagai konsekuensi, Pemkot mengambil suatu kebijakan, satu keputusan, suka tidak suka, agar ke depan kejadian seperti ini tidak terulang. Maka dengan segala hormat Plt kadis kesehatan akan diganti, Kepala Puskesmas diganti, termasuk petugas yang kemarin menangani, menerima, itu untuk sementara ditarik ke Dinas Kesehatan,” katanya di hadapan awak media.

Ke depan, Pemkot akan lebih memberikan pemahaman lagi kepada seluruh Kepala Puskesmas tentang apa yang menjadi standar pelayanan kesehatan. Karena menurutnya hal ini yang harus ditanamkan kepada seluruh pegawai puskesmas. Terutama dalah hal pelayanan terhadap kesehatan masyarakat.

“Nanti akan kita adakan pertemuan kepada seluruh puskesmas. Kita menjelaskan bahwa puskesmas adalah tenaga medis dan selayaknya memiliki tanggung jawab moral, siap 24 jam karena panggilan tugas atau tanggungjawab profesi.

Terakhir, ia ingin hal ini jadi pembelajaran apalagi untuk tenaga medis dan tidak menutup kemungkinan ini juga menjadi pembelajaran bagi ASN dan pejabat yang lain, karena profesi ASN adalah pelayan sedangkan masyarakat sebagai raja. (Rilis/Media Center Kota Bengkulu).

Reporter: Elekusman

Polisi Temukan 2 Paket Sabu Dirumah Oknum Petani

Kupas News, Bengkulu Utara – Seorang pelaku penyalahgunaan narkotika kembali ditangkap pihak kepolisian. JH (36) yang berprofesi sebagai petani diciduk Satres Narkoba Polres Bengkulu...

Pemprov Bengkulu dan KPK Komitmen Bersama Tertibkan Izin Tambang

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, Kepolisian beserta Bupati/Walikota se Provinsi Bengkulu, Rabu, melakukan penandatanganan Komitmen...

BPBD Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrim di Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan Kota Bengkulu berpotensi hujan sedang hingga lebat pada tanggal 4-6 Oktober.  Potensi...

Kemendikbud Gelar FKSM Produksi Pengetahuan Ragam Komunitas di Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), bekerja sama dengan ARCOLABS,...

Ketua Komisi II Ingin Bengkulu Jadi Lumbung Atlet Terbaik

Kupas News, Kota Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP berharap Bengkulu ke depan dapat menjadi daerah lumbung atlet...

Terbaru