kakekkkk

Kisah perjalanan hidup kakek 20 cucu di Pondok Kelapa

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Musim hujan dan banjir yang membawa banyak balok kayu dan bambu membuat Pantai Loncor, Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten bengkulu tengah, kotor. Selama ini tidak ada yang menghiraukan hal tersebut. Semuanya, dibiarkan begitu saja. Namun, sejak dua bulan lalu, hal ini tak lagi terjadi.

Adalah Masati, bapak sebelas anak yang pertama kali memanfaatkan balok kayu tersebut. Ia mengumpulkan, setiap balok kayu untuk dijual pada pembuat batu bata di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Satu mobil Rp 200 ribu, saya baru jual 3 mobil,” terang Masati, kepada kupasbengkulu.com, Rabu (17/12/2014).

Ia mengatakan, tidak selamanya balok ada, tergantung pada banjir yang membawanya dan menghempaskan benda tersebut ke tepian Pantai Loncor.

Masiti yang telah puluhan tahun mengandalkan hidup, dengan menjadi tukang potong kayu menjelaskan, bahwa mengumpulkan balok kayu di Pantai Loncor adalah, pekerjaan sampingan.
Meski demikian, ia tetap, mensyukuri rupiah yang diperoleh dari sini, terlebih saat ini tak banyak lagi order potong kayu yang datang.

“Pokoknya balok-balok ini adalah berkah tersendiri. Kalau sedang banjir bisa sehari terkumpul satu mobil, tapi kalau tidak biasanya seminggu pun tidak sampai. Rezeki harus dicari terus, yang penting sabar,” pungkas kakek 20 cucu ini menutup pembicaraan, sambil senyum dan mengibaskan kain lusuh yang ia kalungkan.

Penulis : Evi Valendri, Kabupaten Bengkulu Tengah.