kupasbengkulu.com – Bengkulu Selatan, Dp (25) warga kelurahan Ibul Kota Manna dan tetangganya Pp (24) ini saling lapor ke aparat penegak hukum perkara salah seorang dari anak mereka ada yang menangis.

Data terhimpun, aksi saling lapor kedua Ibu Rumah Tangga (IRT) ini, bermula Dp yang sedang memasak di dapur rumahnya itu, mendengar suara tangisan anaknya. Lau dirinya menemui anaknya, dan bertanya kepada anaknya itu, kenapa menangis. Anaknya tersebut menjawab kalau dirinya menangis karena tetangganya yang brinisial Pp.

Mendengar penyebab anaknya menangis itu adalah Pp, dirinya mendatangi kediaman pelaku dan menanyakan perihal tersebut. Pelaku (Pp-red) menjawab kalau dirinya tidak membuat anak korban menangis. Lalu terjadiah aksi kekerasan.

“Matilah kau, kata Pp sambil pukul saya pakai tangkai alat pengepel rumahnya. Gagang pengepel itu saya tangkis dan patah, lalu ditusukannya ke pelipis saya, ini pelipis saya luka pak,” kata korban sambil memperlihatkan luka yang ada pada pipinya kepada penyidik.

Tidak terima atas perlakuan pelaku terhadap dirinya sehingga korban melapor ke pihak kepolisian. Pada hari yang sama, Kamis (4/6/2015) Pp juga melaporkan balik Dp. Dp dilaporkan atas atas penganiayaan dengan ancaman kekerasan terhadap anaknya So.

Menurut keterangan ibu korban yakni Pp (24) kepada penyidik. Saat terjadi keributan tersebut, anaknya yang berniat baik untuk melerai keributan itu, malah menjadi korban penganiayaan.

“Saat itu anak saya So mau melerai, namun anak saya malah di cakar – cakar oleh Dp dan luka pada bagian muka sebelah kanan bibirnya,” kata Pp saat dimintai keterangan pihak kepolisian.

Atas kejadian itu, Pp juga melaporkan Dp ke aparat penegak hukum Kamis, (4/6/2015) sekitar pukul 15.01 Wib.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Abdul Muis S.IK melalui Subag Humas Aiptu Andi membenarkan adanya laporan aksi saling lapor tersebut. “Laporannya sudah kita terima, dan akan kita tindaklanjuti,” pungkasnya.(tom)