illsutrasi: foto: istimewa

illsutrasi: foto: istimewa

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Pemerintah Kota Bengkulu harus memulai mengantisipasi adanya upaya alih fungsi hotel menjadi tempat indekos para Pekerja Seks Komersial (PSK), kabar sudah berlangsung di kota – kota besar di Indonesia. Hal ini juga dilakukan dalam upaya mempertahankan Piala Adipura.

Kabag Humas Pemkot Salahuddin Yahya menjelaskan bahwa segala bentuk upaya terjadinya prostitusi di Kota Bengkulu akan ditindak tegas oleh satuan polisi penegak perda Kota atau Satpol PP.

“Mengantisipasi hal itu, Satpol PP bersama polisi akan gelar pemeriksaan dan sidak di hotel hotel,” kata Salahudin.

Terpisah Kasat Pol PP Jahin Liha Bustami menambahkan bahwa untuk anggaran penertiban sejumlah hotel dan investigasi terkait isu itu, pihaknya telah menyiapkan agenda kerja. disampaikan dalam bulan ini, atau sebelum puasa akan menggelar penertiban disejumlah lokasi yang berpotensi benih prostitusi.

“Kita sangat butuh informasi terbaru dari masyarakat tentang isu tersebut, kita akan bergerak cepat jika memang ada alih fungsi hotel,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila Sofyan Hardi, SE membenarkan hal itu, dikatakan bahwa pemerintah melalui satuan polisi pamong praja harus benar-benar mengawasi hal tersebut. dikatakan bahwa alih fungsi hotel yang sejatinya tempat penginapan lalu disewa perbulan untuk dijadikan tempat indekos wanita penghibur sangat rentan terjadi.

“Iya saya pernah dengan modus seperti itu terjadi di Kota besar diluar Bengkulu, jadi mereka (PSK,red) mulai rapi, dengan modus sewa satu bulan di kamar-kamar hotel kelas melati, maka mereka tidak lagi ‘mangkal’ dipinggir jalan atau ditempat tempat yang memang telah dicurigai banyak orang, razia-razia hotel harus sering digiatkan, dan perda pemondokan yang telah disahkan dewan periode sebelumnya harus dijalani,” ingatnya.

Disampaikan pula apalagi salah satu program pemerintah kota yakni “Bengkulu Ku Religius”, tentu harus sejalan dengan apa yang didapat warga Kota. Kegiatan kerohanian harus didukung pula dengan pemberantasan prostitusi.

“seperti eks terminal betungan itu harusnya sesegera mungkin dimanfaatkan untuk dijadikan tempat yang layak, tujuannya supaya tidak dimanfaatkan oknum untuk dijadikan tempat prostitusi, kita sangat prihatin beberapa kali hasil sidak pol pp diwilayah itu selalu mendapati alat kontrasepsi, artinya dugaan tempat itu dijadikan tempat prostitusi sudah terjawab, nah pemerntah jangan diam saja, segera rehab dan manfaatkan dengan baik eks terminal sebakul itu,” sarannya

Sejumlah tenaga kebersihan pemerintah Kota mengaku sangat optimis Kota Bengkulu kembali mendapatkan piala Adipura. Rasa optimis itu disampaikan berdasarkan hasil penilaian tahap pertama, Kota Bengkulu masuk dalam daftar salah satu yang terbaik. Meski penilaian di tahun ini baru berlangsung, namun mereka yakin dengan kerja keras mereka yang senantiasa membersihkan sejumlah ruas jalan akan memberikan dampak positif.

“Pemkot pasti tetap siaga, dan memang program pemkot menjadikan Kota ini bersih. Jadi ketika penilaian tersebut berlangsung kami sudah sangat siap. Saya optimis Pemkot dapat Adipura,” terang salah seorang petugas kebersihan yang akrab disapa bu Niar.

Dilanjutkan rasa optimis itu juga beralasan karena pemkot dalam programnya telah melaksanakan kriteria yang ditetapkan untuk meraih Piala Adipura. Bahwa apa yang menjadi krteria peraih piala adipura sudah dilaksanakan. sehingga menjadikan Kota Bengkulu siap kapanpun pelaksanaan penilaian mulai berjalan lagi. “Beberapa kali rapat disampaikan, bahwa semua masyarakat termasuk PNS dan tenaga kebersihan harus terbiasa hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.(dex)