kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Ditengah terpaan kebakaran lahan yang terus terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan, Rejang Lebong justru hanya punya satu mobil Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) yang bisa berfungsi.

Teranyar, ketika terjadi kebakaran lahan seluas 1 hektare (Ha) diwilayah Jambu Keling, Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR), mobil PBK yang dibawa kelokasi justru tidak bisa menyemprotkan air.

Kepala PBK Rejang Lebong, Romi Kusmardiono membenarkan hal tersebut. Ia menambahkan bahwa sebenarnya ada tujuh armada PBK di Rejang Lebong yang disiapkan. Sayangnya, enam diantaranya menderita rusak dibeberapa spare partnya, sehingga tidak bisa berfungsi normal. Alhasil, hanya ada satu saja yang bisa digunakan.

Romi menambahkan, sebelumnya pihak PBK sudah menyiapkan satu unit mobil PBK diwilayah BUR untuk berjaga-jaga. Ketika kebakaran lahan tersebut terjadi, mobil PBK langsung meluncur ke lokasi.

Sayangnya, ketika tiba dilokasi, mobil PBK tersebut justru macet. Warga setempat yang tidak ingin rumahnya ikut terjilat api, sempat memanas akibat kejadian tersebut.

“Mobil itu ada didekat lokasi, namun macet ketika hendak melakukan pemadaman,” terang Romi.

Lebih mirisnya, satu-satunya mobil PBK yang bisa berfungsi justru harus stand by di Kota Curup. Sebab, wilayah perkotaan Curup yang padat penduduk juga berada dibawah ancaman bahaya kebakaran. Sehingga mobil tersebut harus bersiap apabila terjadi bencana di Curup.

“Tentu harus selalu stand by, agar bisa antisipasi cepat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di perkotaan,” tambah Romi.
Anggota DPRD Rejang Lebong, Saharudin, menyatakan seharusnya pihak PBK harus lebih sigap apabila keadaan seperti itu. Contohnya, dengan mengajukan anggaran yang ditujukan untuk membeli spare part dan peremajaan mobil damkar yang rusak.
“Bukan dengan membeli mobil yang baru, karena masih bisa dan layak beroperasi hanya perlu pergantian peralatan penting saja,” pungkas Saharudin. (vai)