kupasbengkulu.com – Data terakhir yang dirilis Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu, tercatat serapan APBN oleh Pemprov Bengkulu baru berkisar 23,13 persen hingga bulan Juni untuk semester pertama tahun 2015, sementara untuk semester II tahun 2015, pihaknya memperkirakan saat ini sudah mencapai 50 persen.

Kendati demikian, meski hanya menyisakan 3 bulan lagi pihaknya yakin akan ada percepatan penyerapan anggaran pada akhir tahun 2015 hingga mencapai 90 persen.

“Saat ini tim kita sedang merekap data. Hingga Juni 2015 serapan tercatat sebesar 23,13 persen dari total dana APBN di Provinsi Bengkulu yang mencapai Rp 4,8 triliun,” terang Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Sorjum Ahyan, Selasa (06/10/2015).

Sorjum mengatakan lambannya penyerapan APBN oleh Pemerintah Provinsi disebabkan restrukturisasi kementerian atau lembaga pada awal tahun 2015 yang aturannya baru dikeluarkan pada bulan Juni, termasuk beberapa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sehingga realisasinya baru bisa dilakukan. Menurutnya, terganggunya penyerapan APBN oleh daerah, tidak hanya terjadi di Bengkulu, namun juga di seluruh daerah yang ada di Indonesia.

“Meskipun sempat terhambat namun kita yakin hingga akhir tahun ini 90 persen target tersebut mampu kita raih,” demikian Sorjum. (val)