tikus 2

Oleh: Benny H Benardie (Pertama)
Provinsi yang ada di Indonesia bagian barat, kurang dan tidak memanfaatkan kemaritimannya pasca berpisah dengan Provinsi Sumatera Selatan, pada 48 tahun yang lalu, hanya Provinsi Bengkulu.

Entah pula kalau aktifitas meraup hasil laut dan memanfaatkan pasir pantainya, itu yang dimaksud dengan memberdayakan kemaritiman Provinsi Bengkulu, yang mempunyai sembilan kabupaten dan satu kotamadya tersebut.

Provinsi Bengkulu yang memiliki panjang pantai 525 kilometer, seyogyanya memang diberdayakan. Meskipun beberapa cacatan sejarah kemaritimannya ditulis oleh orang di luar Provinsi Bengkulu, bukan oleh orang selama ini hidup dan makan di provinsi ini.

Penulis mencoba mengupas, tentang ide “Bengkulu Menuju Provinsi Maritim” itu. Setidaknya ada empat pertanyaan awal yang harus dipertanyakan kepada stakeholder yang ada.

Pertama, Apa alasanya dan apa modalnya? Jawabnya tentu, konfigurasi wilayah Provinsi Bengkulu ada tiga pulau terluar provinsi seperti Pulau Enggano, Pulau Tikus serta Pulau Mega di zona laut Bengkulu.

Letak geografis laut Bengkulu yang menghadap langsung keluar negara yang strategis bila dilihat samuderanya. Tidak kalah penting latar belakang historisnya yang dahulu pernah dilintasi, disinggahi para pelaut ulung, salah satunya Raja Jakarta, Fatahillah yang singgah di Bandar Bengkulu, Talang Pauh, Kabupaten Bengkulu Tengah.

baca: Ciri-ciri Bengkulu Menjadi Provinsi Maritim ?

Political will pemerintah provinsi dan kabupaten kota harus singkron dalam satu visi dan misi, dalam memandang wawasan provinsi. walaupun hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah pusat.

Kesadaran dan kepedulian masyarakat yang ada di Provinsi Bengkulu, juga krusial menunjang bila ingin program provinsi maritim yang diingini terwujud. Apalagi bila melihat jajaran maritim yang ada di Bengkulu kurang dirawat dan dijaga, untuk menunjang pembangunan.

Kalau kita lihat secara global, unsur-unsur maritim yang ada di Provinsi Bengkulu saat ini cukup mempuni. dapat dijadikan embrio dalam mewujudkan program Pemerintah Provinsi Bengkulu, yang bersinergis dengan pemerintah pusat.

Penulis dan Jurnalis