Seluma, kupasbengkulu.com – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu, Beni Ardiansyah, menilai negara telah melakukan pembiaran atas hilangnya kawasan cagar alam di wilayah pesisir, khususnya di Provinsi Bengkulu.

Hal ini menurutnya dapat menyebabkan abrasi, karena pembabatan hutan pantai oleh warga maupun perusahaan. Seperti halnya yang terjadi di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan.

“Terkait dengan abrasi, ini karena kekeliruan pemerintah dalam memperlakukan masalah. Bukti negara secara sengaja membiarkan cagar alam hilang,” ujar Beni.

Walhi mencatat hampir seluruh kabupaten pesisir di Provinsi Bengkulu telah kehilangan wilayah cagar alam. Selain Seluma, ini juga terjadi di Mukomuko.

“Intrusi air laut akan masuk ke permukaan apabila tidak ada kandungan air tawar. Dalam hal ini pembabatan hutan pantai oleh warga dan perusahaanlah penyebab abrasi dan tidak ada peran negara melakukan perlindungan,” jelasnya.

Dalam upaya penyelamatan lingkungan ini, dia menambahkan pihaknya juga telah memberikan peringatakan kepada pemerintah serta pemahaman di tengah masyarakat.

“Kita juga telah mendorong pemerintah untuk menetapkan status daerah yang ditunjuk menjadi kawasan cagar alam, misalnya di Talo,” bebernya. (sep)