Ilustrasi

Ilustrasi

Kaur, kupasbengkulu.com – Banyaknya keluhan warga Kabupaten Kaur terhadap kebersihan dan higienisnya air isi ulang di daerah itu justru ditanggapi Dinas Kesehatan setempat dengan cara lempar tanggungjawab.

Namun menurut keterangan pihak terkait Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, M.Thabri menuturkan jika pemeriksaan kebersihan depot isi ulang tersebut bukanlah hak dan kewajiban Dinkes Kabupaten Kaur, melainkan kewenangan dari Dinkes Provinsi dan Balai POM.

“Untuk pemeriksaan kebersihan semua depot air isi ulang yang beroperasi saat ini seharusnya dari Dinkes Provinsi dan itu bukan kewenangan kita. Memang seharusnya pemeriksaan dilakukan demi memastikan produksi air higienis dan layak dikonsumsi. Dan itu bukan kewenangan kita,” tutur M. Thabri.

Untuk jumlah seluruh depot isi ulang air minum di Kabupaten Kaur belum bisa dipastikan berapa banyak, karena banyak yang belum terdata. Oleh sebab itu pihaknya meminta agar masyarakat juga bisa membantu jika ditemukan depot yang belum memiliki izin, diharapkan dilaporkan kepihak terkait yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.

“Kita tidak bisa mendatangi satu persatu depot isi ulang air minum tersebut, maka oleh sebab itulah kita meminta bantuan masyarakat agar melaporkan ke Dinas Kesehatan, jika ditemukan depot yang tidak memiliki izin, serta kualitas airnya kurang bersih,” pungkasnya.

Salah satu warga Bintuhan Ismi (38) mengatakan jika tidak sedikit masyarakat meragukan kualitas air galon di Kabupaten Kaur, pasalnya banyaknya keluhan dari masyarakat yang mendapati kualitas air minum kurang bagus dan bersih. Meskipun belum lama diisi galon mudah berlendir atau lumut.

“Seharusnya Dinkes lebih memaksimalkan pengawasan terhadap air isi ulang ini, karena bukan hanya sekali saja masyarakat mendapati kualitas air yang buruk, dan saya pribadi saat ini tidak mau lagi membeli air isi ulang, karena lebih bbagus dan baik memasak sendiri. Kami minta pengawasan dari Dinas Kesehatan itu rutin, supaya kualitas air isi ulang terjamin sehingga tidak menimbulkan penyakit,” tutup Ismi. (mty)