bedil

Bedilan

Seluma, kupasbengkulu.com – Bedil atau Bebedil alias ‘Bedilan’ yang terbuat dari bambu dibentuk seperti meriam. Namun, bedilan itu dibuat dalam ukuran kecil, yang mana bedilan semasa itu merupakan salah satu senjata peninggalan di zaman penjajahan.

Sejarah mencatat, bahwa senjata kemerdekaan Indonesia dari bambu runcing. Namun, ide kreatif dari para leluhur membuat senjata dari bambu bermacam-macam, diantaranya sumpit dan bendil.

“Sebenarnya itu ide kreatif karena senjata perang penjajah dulunya berbentuk seperti itu, hanya saja saat ini dibentuk dalam ukuran kecil dan menjadi mainan anak-anak, khususnya di Kabupaten Seluma,” cerita Daus Abinudin, salah seorang Tokoh Masyarakat (Tomas) Kelurahan Selebar Kecamatan Seluma Timur, Minggu (14/12/2014).

Ia mengisahkan, selain bedilan ada juga bambu yang dibentuk seperti meriam perang, hanya saja pembuatan meriam perang dari bambu itu hanya dilakukan masyarakat, saat menjelang bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau bedilan itu senjata mainan anak-anak biasanya pelurunya dari kertas atau buah pohon Kenidai. Jika kena badan hanya sakit sedikit saja. Nah, kalau meriam bambu menggunakan minyak tanah atau bensin, tapi permainan ini hanya adu kencang suara saja tampa saling serang,” terangnya lagi.

Seiring berkembangnya teknologi, kata dia, saat ini alat tempur dalam ukuran kecil tersebut jarang sekali ditemui kecuali di daerah plosok yang belum tersentuh kemajuan teknologi.

“Sudah jarang karena terganti dengan mainan sejenis pistol-pistolan dan mainan lainya,” demikian Daus.

Penulis : Sepriandi, Kabupaten Seluma.