Seluma, kupasbengkulu.com – Rencana Balai Pengairan Provinsi Bengkulu yang akan memperbaiki irigasi dengan mengeringkan aliran irigasi yang di Desa Tangga Batu, Padang Genting serta Sukarami kecamatan Seluma Selatan dan sekitarnya, diprotes keras kalangan petani Karena kalangan petani baru saja memasuki masa tanam kedua tahun ini.

“Kami keberatan dengan rencana pengeringan pihak Balai Pengairan provinsi pada tanggal 4 Juni. Karena mayoritas petani memasuki masa tanam, dan mengandalkan aliran irigasi Bendung Seluma” ujar Asmudin (35) petani desa Tangga Batu Kecamatan Seluma Selatan, Kamis (4/6/2015).

Menurutnya, rencana pengeringan itu, mengancam aktivitas petani Karena sudah banyak modal yang dikeluarkan, untuk membeli bibit, pembukaan lahan, penyemaian, pupuk, dan upah tanam.

“Harusnya ada sosialisai atau semacam pemberitahuan jauh hari sebelum dilakukannya penanaman,” ujarnya.
Senada dikeluhkan petani lainnya, Eeng (35) warga desa Padang Merbau kecamatan Seluma Selatan. Menurutnya, dampak pengeringan irigasi jalur BSK-2 hingga BSK-4 akan membuat tanaman padi seluas 150 hektar akan mati, sebab kekurangan Pasokan air.

” Tidak hanya mengancam petani padi, juga petani peternak ikan kolam” ujarnya.

Para petani meminta agar perbaikan irigasi dengan pengeringan diundur setelah panen raya dilakukan, agar tidak memicu masalah baru.

Sementara itu, pihak balai pengairan yang dikonfirmasi kelompok tani berdalih pemberitahuan telah dilakukan jauh-jauh hari, sekitar sebulan sesudah panen raya.Namun sayangnya, usai penen raya dilakukan sebulan sebelumnya, belum ada tindakan dari pihak Balai Pengairan yang berencana memperbaiki irigasi.(cee)