KUPASBENGKULU.com, LEBONG – Selasa (16/6/2015) pagi puluhan warga Desa Ketenong II Kecamatan Pinang Belapis beramai-ramai melakukan aksi dengan menutup jalur hauling PT Jambi Resources (PTJR) untuk melumpuhkan aktifitas sementara hingga tuntutan mereka dapat dipenuhi PTJR. Bukan tanpa alasan, aksi yang dilakukan warga tersebut lantaran mereka kecewa atas janji-janji pihak perusahaan untuk memenuhi kebutuhab air bersih warga setempat.

Walaupun ada upaya negosiasi antara pihak PTJR dengan warga yang difasilitasi pihak Kepolisian Polres Lebong, tapi tidak mengurungkan niat warga untuk memblokade armada angkutan BB agar tidak bisa melintas.

Aksi warga ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini. Dalam aksi tersebut, bersama warga turut juga Kades Ketenong II dan Ketua BPD. Kedatangan warga juga langsung diaambut oleh pihak perusahaan yang diwakili 10 orang perwakilan warga untuk dilakukan proses negosiasi.

Meski pihak perusahaan menyanggupi untuk memenuhi tuntutan warga, antara lain adalah perusahaan siap mendistribusikan air bersih melalui mobil tangki, kemudian perusahaan juga bersedia mendistribusikan sarana air minum dengan menggunakan galon dan siap menyelesaikan mulai besok, perbaikan serta pembuatan bak penampung serta menggantikan pipa yang kecil yang sebelumnya dipasang namun tidak berfungsi maksimal, tetap saja fakta dilapangan warga tetap menolak untuk membuka pagar hingga tuntutan warga agar air bersih melalui pemasangan pipa benar-benar bisa difungsikan oleh masyarakat.

Tampaknya warga setempat sudah terlanjur kecewa dengan janji-janji yang sudah diberikan namun belum sepenuhnya terealisasi. Masyarakat tetap menutup aktifitas perusahaan hingga air mengalir bersih untuk masyarakat Ketenong secara merata.

Sementara itu, pihak Polres sendiri juga turut memberi solusi dalam hal ini dua perwira tingi Polres Lebong yang turun kelokasi bersama puluhan angota, bersedia mengontrol pelaksanaan pengerjaan yang telah disanggupi pihak perusahaan untuk mulai melajukan pengerjaan guna mengaliri air bersih kerumah warga.

Tetap saja solusi yang diberikan tersebut tidak bisa diterima oleh warga. Hingga akhirnya, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut, kades Ketenong II dan Ketua BPD dibawa ke Polres untuk mencari solusi yang terbaik.

Kades Ketenong II, Siran mengungkapkan, alasan masyarakat tetap menutup aktifitas PTJR secara sementara ini, sesuai kesepakatan untuk yang ke tiga kalinya yang diingkari oleh pihak perusahaan dalam hal ini bersedia menyediakan atau mengaliri kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Ketenong II secara merata.

“Sebelumnya sudah terjadi kesepakatan antara pihak PTJR dengan warga, tapi fakta di lapangan warga belum menikmati sarana air bersih, maka warga menilai pihak perusahaan hanya janji-janji. oleh sebab itu masyarakat tetap memasang pagar dilokasi hauling PT JR hingga tuntutan warga terpenuhi,” ujar Siran.

Menyikapi hal ini, pimpinan perusahaan PTJR untuk wilayah Lebong, Mr.Lee selaku menyanggupi semua tuntutan masyarakat tersebut. Akan tetapi, Mr. Lee berharap pagar yang dipasang oleh warga tersebut agar dibuka. Sebab pihaknya sudah berupaya memenuhi tuntutan masyarakat, bahkan ia mengaku perusahaan sudah menghabisi dana hinga Rp.400 juta dalam hal pemasangan pipa untuk fasilitas air bersih tersebut.

“Apa yang dilakukan warga hari ini dengan memasang pagar tidak hanya merugikan perusahaan namun masyarakat juga tidak ada untungnya memasang pagar tersebut. Kita tetap akan memenuhi tuntutan warga,” terang Mr. Lee.

Ditambahkannya, mulai esok dirinya akan mengontrol pekerjaan PTJR dengan memasang pam yang akan dilaksanakan seauai jadwal besok menggantikan pipa yang rusak dan menggantikan pipa yang kecil. Serta menyiapkan tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih secara merata.

“Mulai besok saya akan mengontrol semua pekerjaan itu. Perusahaan sudah habis Rp 400 juta untuk pendistribusian air bersih kepada warga, hanya saja belum terealisasi secara merata,” demikian Mr. Lee.(spi)