kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Di tahun 2016 ini, para petani Bengkulu tidak mendapatkan bantuan bibit karet dan sawit dari dana APBD 2016. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan. Dia mengatakan berdasarkan hasil verifikasi di Menteri Dalam Negeri, bantuan itu dicoret.

“Karena termasuk dana bantuan sosial (Bansos), bantuan sawit dan karet ini tidak disetujui termasuk usulan bibit pala dan kopi,” ujar Ricky, Selasa (05/01/2015).

Dia mengatakan bantuan yang disetujui antara lain pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dengan pagu anggaran Rp 3,6 miliar di empat kabupaten yaitu Kaur, Seluma, Bengkulu Selatan dan Mukomuko dan perbaikan jembatan yang merupakan usulan dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

“Melihat aspirasi masyarakat sebetulnya banyak yang mengharapkan bantuan bibit sawit, karet, pala dan kopi, untuk meningkatkan hasil produksi petani. Salah satunya kopi sambung yang sudah memiliki kebun percontohan di Kabupaten Kepahiang,” katanya.

Kopi sambung, menurutnya mampu berbuah sepanjang tahun. Begitu juga pala, selain untuk penghijauann harganya juga sangat mahal, baik kulit maupun bijinya.

“Kita tidak tahu kenapa pertimbangannya seperti itu padahal jelas sangat dibutuhkan masyarakat. Kita berharap yang sudah disetujui ini nantinya dapat terealisasi dengan baik,” tandasnya.(val)