kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Lapangan Setia Negara, selama Bulan Ramadhan ini berubah fungsinya pada malam hari. Lapangan ini mendadak menjadi sirkuit untuk balap liar, yang diikuti puluhan motor.

Ironisnya, kondisi ini terus terjadi setiap tahun. Dalam setiap tahunnya, ada saja korban meninggal, cacat dan sebagainya, akibat balapan liar (Bali) ini. Menurut salah seorang warga di bilangan Jalan Kartini, Sukri (28), membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, setiap tahun selalu ada yang meninggal, tapi para anak muda tersebut tidak jera dan terus melanjutkan tradisi balapan di Lapangan tersebut.

“Setiap tahun pasti ada yang meninggal, tapi Bali disini sudah seperti tradisi, tidak kapok-kapok mereka,”ungkap Sukri.

Tidak hanya masalah kecelakaan, tetapi juga bunyi bising dari para “pembalap dadakan” ini juga mengganggu proses berjalannya shalat taraweh. Wajar saja, didekat lapangan ini ada dua masjid besar yang memiliki banyak jemaah, yakni Masjid Al Jihad dan Masjid Jamik.

Parahnya, para remaja ini tidak hanya balapan, tetapi juga bermain petasan. Sukri menambahkan, bahwa warga sangat berharap aparat dan petugas berwenang dapat segera menyelesaikan masalah ini.

“Biasanya mereka mulai pada pukul 19.30 WIB, kalau Patroli datang, mereka kabur, tapi tak lama kemudian, mereka kembali lagi,”ungkapnya.
Dikonfirmasi, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto memastikan petugas akan mengambil tindakan atas bali yang meresahkan warga tersebut. Patroli juga akan lebih dimaksimalkan lagi.

“Kita tidak akan hanya melibatkan Sat Lantas saja, melainkan akan melibatkan Sat Sabhara untuk mengawasi langsung lokasi tersebut. Kita juga akan langsung mengamankan pelaku yang kedapatan,” demikian Dirmanto. (vai)