Paskibra Lebong

kupasbengkulu.com, lebong – Sebanyak 36 siswa/i SMA pilihan se-Kabupaten Lebong, Selasa (04/08/2015) memasuki asrama pendidikan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Penginapan Dinda Ceria. Kedatangan mereka sejak pukul 08.01 WIB dan langsung mengikuti latihan.

Sebelumnya, para siswa ini sudah mengikuti latihan sejak 22 Juli lalu. Mereka merupakan utusan dari SMA dari 12 kecamatan. Setiba di lokasi, para calon Paskibra itu sudah didik bersikap dengan tata cara tersendiri dan dipisahkan antara putra/i. Mereka mulai sedikit di larang berkomunikasi langsung dengan orang tua atau pendamping masing-masing.

Panitia Penyelenggara Pusdiklat Paskibraka Kabupaten Lebong 2014, bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Lebong mulai sibuk mengatur satu per satu calon anggota di data.

“36 siswa yang terpilih untuk mengemban tugas mengibarkan bendera pada 17 Agustus ini sudah melalui seleksi yang ketat. Mulai hari ini (Selasa, red) latihan akan lebih ditingkatkan karena mereka akan dikarantina hingga tanggal 18 Agustus” ujar Kasubid Pemuda dan Olahraga Diknaspora Lebong, Asben Medianto.

Acara pengukuhan calon anggota paskibraka (Capaskibraka) akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus yang akan langsung dikukuhkan oleh Bupati Lebong, H. Rosjonsyah yang telah memasuki masa akhir jabatannya.

“Capaskibraka ini rencananya akan dikukuhkan pada tanggal 15 malam. Nantinya, mereka akab dikukuhkan langsung oleh Bupati Rosjonsyah,” imbuhnya.

Namun disisi lain, untuk tingkat Provinsi Kabupaten Lebong hanya mengirimkan satu wakilnya yaitu Frederik Erwas Sinaga siswa SMAN 1 Lebong Sakti. Bukan hanya Lebong, prestasi yang kurang menggembirakan ini juga dialami oleh Kabupaten tetangga seperti Rejang Lebong hanya 2 wakil, Bengkulu Selatan hanya 3 wakil serta Seluma, Kaur, Benteng dan Mukomuko juga mengirimkan hanya 1 wakilnya di Provinsi.

Ketua Purna Paskibraka Lebong, Budi Mulya menyayangkan sikap panitia seleksi untuk tingkat Provinsi yang dinilai kurang sportif.

“Coba lihat saja, Kabupaten Kepahiang yang mengirimkan 14 siswa untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi semuanya lulus. Sedangkan Kabupaten lain seperti Rejang Lebong, Bengkulu Selatan yang notabennya kabupaten induk terjadi penurunan prestasi,” demikian Budi.(spi)