Nunung

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Meski baru saja dilanda kebakaran lahan cukup hebat, wilayah Curup, Kabupaten Rejang Lebong masih dinyatakan aman dari gangguan kabut asap.

Meskipun kabut asap masih terlihat, terutama pada pagi hari, namun masih dinyatakan berada di bawah ambang batas normal. Demikian dituturkan oleh Kabid PPM, Nunung Sri Mulyanti, pada kupasbengkulu.com, Senin (14/9/2015).

Menurut Nunung, hasil pengamatan dari BMKG dan instansi terkait menyatakan bahwa kabut asap di Curup masih berada dibawah ambang batas.

“Kalau sudah diatas ambang batas, salah satu ciri khasnya adalah munculnya warna yang kemerah-merahan, terutama pada pagi hari,” ungkap Nunung.

Pembagian masker untuk menahan dampak buruk kabut asap, lanjut Nunung, baru akan dilakukan apabila kadar dari kabut asap tersebut sudah mencapai ambang batas.

Untungnya, hujan yang terus turun di Rejang lebong dalam beberapa hari terakhir membantu menekan pengaruh buruk dari kabut asap. Meskipun terakhir seluas dua hektare lahan di wilayah Talang Gambir, Curup Utara terbakar. Namun, pengaruh kabut asapnya langsung berkurang signifikan karena tingginya curah hujan diwilayah Curup.

“Kita diuntungkan dengan hujan, meskipun kemarin sempat ada kebakaran lahan, tetapi tidak berdampak terlalu buruk,” tambah Nunung.

Terkait penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang meningkat di beberapa daerah, Nunung memastikan bahwa hal tersebut tidak terjadi di Rejang Lebong. Nunung mengakui di beberapa daerah yang terkena pengaruh kabut asap, maka penderita ISPA akan meningkat. Namun, di Rejang lebong, jumlah penderita ISPA masih aman dan terkendali.

“Paling satu hari hanya tiga orang paling banyak, itupun karena daya tahan tubuh, atau mungkin alergi debu,” pungkas Nunung. (vai)