kupasbengkulu.com, Rejang Lebong- Selama empat hari terakhir, terhitung sejak hari Jumat (4/9/2015) wilayah Kabupaten Rejang Lebong sudah mulai tampak diselimuti kabut asap tipis. Pemandangan kabut asap yang cukup pekat terlihat pada pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB pagi.

Pada hari Selasa (8/9/2015) pemandangan kabut tersebut, meski masih tipis namun sudah lebih pekat dari hari-hari sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong, Masdar Helmi menyatakan belum akan mengambil tindakan.

Sebab, kabut tersebut sudah perlahan hilang sejak pukul 09.30 WIB, sehingga masih belum dinyatakan berbahaya.

Untuk tindakan selanjutnya, ungkap Masdar, pihak BPBD masih akan menunggu kabar dari Dinas Kesehatan terkait bahaya kabut asap ini.

“Apabila Dinkes sudah menyatakan kabut asap ini mulai berbahaya bagi kesehatan, seperti mengakibatkan ISPA (Infeksi Saluran pernafasan Akut), maka kita akan mengambil tindakan dengan membagi masker,” ungkap Masdar.

Masdar mengakui bahwa kabut asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan di beberapa titik provinsi tetangga. Beberapa diantaranya, terjadi di Sumatera Selatan, Riau dan Jambi. Melihat dari kedekatan geografis, kemungkinan kabut tersebut adalah kiriman dari Sumatera Selatan.

“Kita masih menunggu, hingga saat ini kabut tersebut masih dinyatakan berada dibawah ambang batas,” lanjut Masdar.

Sementara itu, dari tangkapan satelit, ada dua titik api yang cukup berbahaya di kabupaten Rejang Lebong. Masdar menambahkan, untuk hal itu, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan dinas terkait. (vai)