Produk lokal Curup kembali menggeliat. Kali ini, giliran gula aren berbentuk kepingan yang sudah siap go nasional. Produk yang diproduksi dibawah label 'Tjoeroep' ini ternyata juga hasil penerapan teknologi pangan.

Produk lokal Curup kembali menggeliat. Kali ini, giliran gula aren berbentuk kepingan yang sudah siap go nasional. Produk yang diproduksi dibawah label ‘Tjoeroep’ ini ternyata juga hasil penerapan teknologi pangan.

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Produk lokal Curup kembali menggeliat. Kali ini, giliran gula aren berbentuk kepingan yang sudah siap go nasional. Produk yang diproduksi dibawah label ‘Tjoeroep’ ini ternyata juga hasil penerapan teknologi pangan. Sama seperti produk ‘Tjoeroep’ lainnya, produksi ini juga merupakan kerja sama antara Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Rejang Lebong dengan LIPI pusat.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Rena Skalawi, Okta Firdawan menyatakan instansi yang dipimpinnya merupakan salah satu distributor untuk produk berlabel ‘Tjoeroep’. Selain gula aren pipih ini, juga masih ada beberapa produk unggulan Rejang Lebong, seperti Lemea (sambal khas Rejang Lebong) dan lain-lain.

“Karena melibatkan teknologi pangan, maka kemasannya dibuat lebih menarik dan lebih tahan lama,” jelas Okta.
Okta mengharapkan, dengan munculnya produk-produk khas Rejang Lebong seperti ini, kedepannya rejang Lebong akan mampu bersaing dalam pasar bebas. Saat ini, produk Rejang Lebong kurang banyak terpublikasi, lantaran beberapa kekurangan. Antara lain, kekurangan manajemen, cara mengemas hingga cara distribusi.

“Sekarang, manajemen sudah baik, kemasan dan distribusi juga sudah mulai berjalan,” jelas Okta.
Keping Gula aren ini merupakan produk lanjutan dari gula semut aren. Beberapa kawasan di Rejang Lebong, seperti Curup Tengah dan Selupu Rejang merupakan lumbung produksi gula merah. Oleh sebab itu, bahan baku dari warga kemudian diolah lagi lalu dikemas secara menarik. (vai)