limbah kayu

Pengolahan limbah menjadi hasil produksi kreatif

Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Pengolahan limbah menjadi hasil produksi kreatif, memang sedang gencar dilakukan di Kabupaten Rejang Lebong. Salah satunya, Sanggar Tempayan Air, yang berisi para pecinta seni rupa.

Sekumpulan seniman dalam sanggar ini mengumpulkan dan membeli limbah kayu kopi, terong dan sebagainya yang kemudian dikreasikan menjadi hiasan rumah. Hasil karya ini juga dijual dengan harga yang bermacam-macam, dari seharga Rp 5.000 hingga puluhan juta rupiah.

Salah seorang anggota sanggar Tempayan Air Aji Asmuni menyatakan, harga yang dipatok tersebut tergantung dari jenis produksi yang dihasilkan. Bila desainnya simpel dan tidak banyak menggunakan bahan lain, maka harga yang dipatok akan murah. Sebaliknya, bila desainnya perlu ketelitian dan banyak tambahan bahan lain, maka harganya pun akan tinggi.

“Tergantung dari jenis produksinya, bila kriya biasa maka harganya akan murah, tetapi kalau seni rupa yang membutuhkan ketelitian tinggi dan tambahan peralatan yang banyak, maka harga yang dipatok disesuaikan,” ungkap Aji, pada kupasbengkulu.com.

Sementara itu, produksi Sanggar ini juga akan diwadahi oleh BUMD Rejang Lebong untuk dijadikan oleh-oleh khas Rejang Lebong. Ada berbagai bentuk kreasi yang dihasilkan. Mulai dari yang berukuran kecil, biasanya berbentuk mainan kunci. Ada juga yang berukuran sedang, berfungsi sebagai hiasan diatas meja. Terakhir, ada juga yang berukuran besar, yang digunakan untuk hiasan dilantai.

“Kita menggunakan limbah kayu yang dibeli dari petani, tujuannya agar dapat mengolahnya menjadi lebih bernilai dan bisa menjadi sumber penghasilan,” pungkas Aji.(vai)