Elsa harimau sumatera sedang mendapatkan perawatan di BKSDA Bengkulu beberapa waktu lalu

Elsa harimau sumatera sedang mendapatkan perawatan di BKSDA Bengkulu beberapa waktu lalu

kupasbengkulu.com – Wildlife Conservation Veterinarian and Wildlife Rescue Unit BKSDA Bengkulu, Erni Suyanti menyebutkan ia mencurigai beberapa virus yang belum teridentifikasi secara jelas menyerang Harimau Sumatera hingga bertindak abnormal.

“Harimau abnormal itu sudah banyak ditemukan di Pulau Sumatera dimana mereka tidak takut dengan manusia, mereka pada prinsipnya sakit, karena harimau normal selalu menghindari berjumpa dengan manusia,” kata Erni wildlife Conservation Veterinarian and Wildlife Rescue Unit BKSDA Bengkulu, Erni Suyanti dalam diskusi mitigasi konflik satwa yang digelar Yayasan Genesis, Sabtu (20/9/2014).

Penyakit ini kerap dijumpai pada harimau di Rusia dan India, dimana harimau kadang muncul di perkampungan warga dan tidak berprilaku beringas. Jika dibiarkan maka harimau tersebut akan mati atau ditangkap orang tak bertanggungjawab karena kerap muncul di permukiman.

Ia katakan ada banyak penyebab harimau berprilaku abnormal salah satunya adalah akibat bakteri dan virus mengakibatkan harimau sakit.

“Harimau kalau sakit mereka pasti ke perkampungan warga, kasus ini banyak ditemukan di Bengkulu,” katanya.

Erni menduga virus penyebab harimau berprilaku abnormal itu disebabkan oleh virus yang sama menyerang anjing.

“Di permukiman warga yang berbatasan dengan hutan biasanya banyak anjing, nah diduga virus tersebut sama dengan yang sering menyerang anjing, sementara anjing warga kampung jarang diberi vaksin,” bebernya.

Ia juga menjelaskan pihaknya hingga saat ini masih melakukan riset mendalam terkait dugaan virus yang membuatkan harimau berprilaku abnormal tersebut.

kompas.com