Beranda DAERAH BENGKULU Disegel, Ratusan Murid SDN 62 Belajar Lesehan

Disegel, Ratusan Murid SDN 62 Belajar Lesehan

0
Siswa SDN 62 sekolahnya disegel ahli waris sehingga mereka harus belajar dan upacaradi halaman rumah warga
lesehan cuy
Pasca penyegelan SDN 62 Kota Bengkulu, ratusan murid SD terpaksa melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar didepan salah satu kontrakan warga setempat, Jumat (2/5/2014)

kupasbengkulu.com – Pasca penyegelan dari ahli waris di pintu gerbang masuk SD Negeri 62 Kota Bengkulu, Kamis (1/5/2014) yang terletak di Jalan Rukun No 39 Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu. Sebanyak 493 murid SD dan 26 guru serta pegawai TU terlantar di depan sekolah, Jumat (2/5/2014). Tidak hanya itu, ratusan murid SD mesti menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di depan kost-kostan milik salah satu warga setempat.

”Kita tetap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar,” kata Kepsek SDN 62 Kota Bengkulu, Tutik Sunarsih, S.Pd,  Jumat (2/5/2014).

Sementara itu, salah seorang ahli waris lahan, Sadikin (42) mengatakan,  penyegelan areal lahan SDN 62 lantaran belum adanya penyelesaian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Selain itu, lanjut dia, penyegelan dengan cara pemagaran menggunakan seng dibagian depan rumah sekolah, tidak akan dibuka sebelum adanya penyelesaian secara tuntas dari intansi terkait.

”Kami sudah cukup lama bersabar, jadi kalau tidak ada penyelesaian maka pemagaran ini tidak akan dibuka. Lagi pula, kami selaku ahli waris seolah-olah dipermainkan oleh Pemkot, sebab bulan Februari lalu sudah ada pembahasan tapi tidak ada jalan keluar yang terbaik,” jelas Sadikin.

Ia menjelaskan, ‪luas lahan di SDN 62 atas nama Atiyah tersebut, berukuran 5.630 meter persegi. Usulan ganti rugi yang dimasukkan ke Pemkot. Selain itu, ahli waris meminta Rp 1 juta per meter atau setara dengan Rp 5,6 Miliar.‬ Ia menambahkan, kepemilikan lahan tersebut, sesuai Buku Tanah Wil 4 Sawah Lebar Milik Nomor 990/IV/sisa. Surat Ukuran Nomor 191 tanggal Mei 1980.

”Penyegelan ini sesuai dengan hari ulang tahun sertifikat 1 Mei 1980. Jadi, sudah 34 tahun penyelesaian lahan ini belum terselesaikan. Yang jelas, penyegelan bisa dibuka jika ada yang menjamin, dan adanya perjanjian hitam diatas putih,” pungkas Sadikin.

Hingga berita ini diturunkan aktivitas KBM murid SD masih didepan salah satu kontrakan didepan sekolah.(gie)