gabah

Jangan ditiru

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Kebiasaan warga Desa Keban Agung III Kabupaten Bengkulu Selatan, setiap kali menjemur gabah padi selalu di jalan raya yang memakan lebih dari setengah badan jalan.

Akibatnya, mengganggu arus lalulintas serta membahayakan pengguna jalan.Kebiasaaan ini sangat dikeluhkan salah seorang pengguna jalan, seperti yang dikatakana Roni (41) warga Desa Keban Agung III.

”Hampir setiap hari warga desa kami ini menjemur padi di tengah jalan. Terkadang hampir tidak bisa lewat gara – gara jemuran padi warga itu,” keluh Roni.

Lanjut Roni, kebiasaan warga ini sudah dari dulu. Bahkan, sudah sering warga yang jatuh dari sepeda motor akibat jemuran padi warga. Hal ini juga sudah sering warga ditegur Kepala Desa (Kades), namun tetap membandel.

Bahkan, sesal dia, jika gabah itu ditabrak yang punya marah. Ditambahkan Roni, yang lebih parah lagi kalau warga menjemur kopi.

”Bijinya itu kan besar–besar, jadi pengguna jalan seperti sepeda motor sangat was–was takut tergelincir, kalau ada yang terjautuh apa mau mereka bertanggungjawab,” demikian Roni.(tom)