kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, beserta seluruh kepala daerah se Indonesia, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta.

Rakornas yang dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo ini mengambil tema “Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Stabilitas Harga Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pembenahan Tata Niaga di Daerah”.

Disebutkan Junaidi, dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwasannya fokus pemerintah saat ini adalah pada pembangunan infrastruktur. Hal ini dikarenakan apabila infrastruktur sudah memadai, maka semua akan menjadi murah dan mudah, terutama perihal biaya transportasi dan menyusul angka inflasi pun akan ikut turun.

“Pesan Presiden kepada seluruh kepala daerah agar membantu pemerintah pusat dalam mengawasi pembangunan infrastruktur tersebut, salah satunya melalui TPID dan ini akan diawasi pula oleh Kapolri dan Kejakasaan,” ungkap Junaidi, Rabu (27/05/2015).

Junaidi juga mengatakan setiap daerah harus menganggarkan kegiatan Operasi Pasar (OP) guna menanggulangi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang cenderung fluktuatif, sehingga seluruh masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya.

Dia juga mengatakan nantinya akan dibangun tol laut dan penambahan daya listrik dari 50.000 Mega Watt menjadi 85.000 Mega Watt. Untuk itu Presiden menghimbau agar kepala daerah membantu dalam pembebasan lahan dan pemberian surat izin agar tidak dipersulit.

“Ini tentunya menjadi kabar yang luar biasa menggembirakan bagi kemajuan perekonomian bangsa kita. Tentunya saya pun berharap seluruh masyarakat dan stakeholder terkait ikut mendukung dan mengawasi setiap program kerja yang disusun oleh pemerintah,” katanya.

Sementara, selain dihadiri oleh kepala daerah se Indonesia, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah Menteri, antara lain Menko Perekonomian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kemaritiman, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan,Menteri Pembangunan Umum, Menteri Pertanian, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Perumahan Rakyat, Menteri Sekretaris Negara, Sekretariat Kabinet, serta Gubernur Bank Indonesia. (val)