Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Meski menimbulkan pro dan kontra, namun tahun ini lagi-lagi kontes Waria diadakan di Rejang Lebong. Ketika dikonfirmasi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rejang Lebong, Damanhuri, menyatakan, sebaiknya yang diambil adalah dampak positifnya saja.

Dengan adanya kontes tersebut, lanjut Damanhuri, pembinaan terhadap waria menjadi lebih mudah. Perkumpulan waria menjadi lebih mudah didata, sehingga pendekatan secara psikologis untuk pembinaan mereka menjadi lebih mudah.

“Dibandingkan mereka harus terus menerus menjajakan diri di jalanan, mereka bisa kita alihkan ke kegiatan yang lebih positif,” terang Damanhuri.

Meskipun demikian, Damanhuri tidak membenarkan adanya ‘perubahan kodrat’ oleh seorang manusia. Selain tidak diperbolehkan agama, juga tidak dibenarkan oleh aturan negara dan daerah manapun. Namun, ia menyebut, langkah ini sebagai pendekatan untuk pembinaan yang berkelanjutan.

Sebelumnya, terang Damanhuri, Bupati Rejang Lebong juga sempat meminta pendapatnya terkait pelaksanaan kontes kontroversial ini. Ia sempat meneliti terlebih dahulu, sebelum menangkap tujuan akhir dari dukungan terhadap kontes ini adalah pembinaan akhlak dan moral pada para ‘perubah kodrat’ tersebut.

“Saya melihat ada tujuan baik dibalik kegiatan itu, sehingga menurut saya sah-sah saja,” ungkap Damanhuri.

Kontes Waria tahun 2015 ini bukan yang pertama diadakan di Rejang Lebong. Kontes ini sudah mulai berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu kontes yang memancing perdebatan, ialah kontes Waria yang dilaksanakan bertepatan dengan hari Isra’ Mi’raj atau hari besar agama Islam beberapa waktu lalu. Beberapa pihak juga menuding kegiatan ini dapat mencoreng nama daerah yang dikenal relijius.(vai)