Salah satu titik longsor di Desa Talang Ulu hingga saat ini masih dalam penanganan. Masih ada titik rawan longsor lain yang menghantui warga Lebong.

Salah satu titik longsor di Desa Talang Ulu hingga saat ini masih dalam penanganan. Masih ada titik rawan longsor lain yang menghantui warga Lebong.

Lebong, Kupasbengkulu.com– Berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, setidaknya saat ini terdapat 90 titik longsor yang tersebar di jalan lintas. Mulai dari Kecamatan Rimbo Pengadang hingga Kecamatan Padang Bano.

Kepala BPBD, Syamsul Bahri menghimbau pada saat musim hujan seperti ini, hendaknya masyarakat terus waspada akan datangnya bencana seperti tanah longsor. Apalagi hingga saat ini, musim penghujan masih terjadi di Kabupaten Lebong, yang membuat titik-titik rawan tersebut dapat longsor sewaktu-waktu.

“Saat ini yang berhasil kita data ada sekitar 90 titik rawan longsor. Itu baru di jalan lintas saja. Belum lagi yang ada di daerah Ketenong Kecamatan Pinang Belapis, yang juga terdapat titik longsor yang masih kita lakukan pendataan,” kata Syamsul.

Menurutnya, setiap titik rawan longsor ini seharusnya dilakukan pengerukan tanah, dengan dibuat teras siring, kemudian dibuat juga pelapis siring gandeng. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi longsor.

“Soal titik rawan longsor ini sendiri, sudah kita koordinasikan langsung dengan BPBD Provinsi,” pungkas  Syamsul.

Penulis : Rendra Sutanto