Sarafal Anam RM

SARAFAL ANAM : Melalui festival sarafal anam ini salah satu upaya untuk melestarikan kesenian masyarakat Lembak.

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Pentingnya pelestarian seni dan budaya yang ada di Provinsi Bengkulu, Senin (12/10) Calon Gubernur Bengkulu H Ridwan Mukti (RM) menggelar festival Sarafal Anam di kediamannya di Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Al Amin, melalui kegiatan ini salah satu upaya membangkitkan minat kaum muda Bengkulu untuk mencintai seni budaya yang ada, salah satunya sarafal anam ini yang memiliki nilai keagamaan.

“Festival hanya digelar se-Kota Bengkulu saja diikuti sebanyak 25 peserta, dan salah satu kesenian andalan kota ini. Jika kesenian yang berasal dari masyarakat Lembak ini terus kita lestarikan, dapat merangsang pemuda Kota Bengkulu untuk belajar,  kita juga ingin kesenian ini tidak punah di akhir zaman,” ujarnya.

Sementara itu, pemerhati sarafal anam, Abdullah mengungkapkan, bahwa dirinya sangat merespon positif dengan digelarnya festival sarafal anam.

Dijelaskannya, sarafal anam merupakan seni dan budaya masyarakat Lembak yang sudah turun-temurun dari Zaman dahulu, seni budaya ini merupakan sebuah kegiatan seni yang dilaksanakan dalam upacara adat seperti pernikahan, khitanan, Akikah bahkan dalam kegiatan peringatan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad, SAW.

“Kita juga berharap bukan hanya kesenian lainnya juga menjadi perhatian jika Ridwan Mukti terpilih menjadi Gubernur mendatang. Melalui sarafal anam ini kita juga ingin Bengkulu bisa dikenal di kancah nasional,” harapnya lagi.

Diakuinya, untuk melestarikan seni ini tentunya bukan perkara yang mudah pada zaman sekarang ini. Apalagi dengan kemajuan zaman yang modern semuanya serba canggih, untuk mendengarkan musik masyarakat sudah kurang meminati seni tradisional seperti sarafal anam ini.

“Masyarakat lebih suka dengan musik-musik yang lebih canggih seperti musik pop, dangdut, terkadang seni musik tersebut tidak mendidik. Ini sangat disukai oleh masyarakat ketimbang musik tradisional berupa yang terbuat dari kayu dan kulit lembu atau kambing ini,” tutupnya.(adk)