Kondisi Permukiman warga di Desa Sebelat, Kabupaten Lebong

Kondisi Permukiman warga di Desa Sebelat, Kabupaten Lebong

Lebong, kupasbengkulu.com – Sangat perihatin memang ketika melihat desa yang terpencil jauh dari peradaban namun menyimpan sejuta keindahan yang akan terus teringat dan menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi desa yang terletak di ujung jalan di Kabupaten Lebong.

Desa yang bernama Sebelat ini dimekarkan sejak tahun 1982 namun sangat minim sentuhan pembangunan, akibatnya desa ini sangat sulit dijangkau. Di sisi lain, dalam ketertinggalannya Desa Sebelat memiliki pesona alam yang masih asri. Untuk melepas penat, desa ini dirasa sangat pas untuk anda kunjungi.

 SDN 05 Pinang Belapis (Desa Sebelat)

SDN 05 Pinang Belapis (Desa Sebelat)

Kepala Desa Sebelat, Ahmad Buhari mengungkapkan sebanyak 105 kepala keluarga menghuni desa yang dikelilingi oleh Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani.

“Luas lahan sawah kita (Desa Sebelat) lebih kurang 150 hektare (Ha). Diantaranya 50 Ha dalam kawasan TNKS dan 100 Ha lainnya diluar kawasan,” kata Kades.

Selain itu, Kades juga menuturkan bahwa desa Sebelat sangat minim pembangunan alias hampir tidak tersentuh oleh Pemerintah Daerah (Pemda) maupun pusat.

“Terakhir tahun 2009 itu hanya pengerasan jalan menuju Desa, tapi sekarang jalannya sudah rusak kembali. Tahun 2010-2011 juga ada bantuan dari kementerian perumahan daerah tertinggal (PDT) berupa pembugaran perumahan. Itupun hanya bantuan atap rumah,” tambah Kades.

Sama halnya dengan pendidikan, Desa Sebelat hanya memiliki satu-satunya sekolah dasar dan juga minim tenaga pengajar. “Jumlah tenaga pengajarnya hanya 5 orang, itu termasuk kepala sekolahnya. Jumlah muridnya dari kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 45 orang,” jelas Kades.

Sungguh miris memang melihat ketertinggalan desa ini. Hendaknya Pemda Lebong lebih peka dalam melihat kondisi Desa yang memang butuh perhatian. Apalagi, tidak jauh dari desa tersebut terdapat ambang batubara yang terus mengeruk hasil kekayaan bumi Swarang Patang Stumang, namun belum memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Lebong.(spi)