Meriam Honisuitkupasbengkulu.com, Bengkulu Selatan- Banyak peninggalan sejarah yang merupakan saksi perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan dulu. Salah satunya Meriam Honisuit, yang dahulunya dipergunakan penjajah untuk melawan pejuang dari Bengkulu Selatan.

Meriam Honisuit ini merupakan buatan Inggris dengan berat 2,2 ton, kaliber 19.01 centimeter, No.lapos B.L.O-IN-Vire, dan dibawa Bangsa Jepang pada tahun 1942 ke Kota Manna ini. Bangsa Jepang menggunakan meriam ini untuk melawan pejuang Bengkulu Selatan dalam upaya merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

Saat ini saksi sejarah perjuangan ini dijadikan dan diabadikan menjadi Tugu Meriam Honisuit terletak di bundaran depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan.

“Dulu meriam ini letaknya ada di belakang gedung, bersamaan dengan Benteng dan meriam kecil lainnya. Oleh orang yang tidak bertanggungjawab meriam kecilnya banyak yang dijual kepada pedagang barang bekas,” tutur Joni warga Mandi Angin, Kecamatan Pasar Manna, Senin (25/1).

Lanjut dia, pada tanggal 10 Januari 2008 lalu atas kesepakatan Balai Purbakala Provinsi Jambi dan Pemkab Bengkulu Selatan, meriam ini akhirnya dipindahkan ke Kodim 0408/Bengkulu Selatan ke bundaran Jalan Raya, Padang Panjang, Kota Manna.

“Pada tanggal 8 Maret 2008 telah berhasil dipindahkan lagi oleh KODIM 0408/BS, Dandim Letkol Bimo Rooselo, Ketua DPRD Dirwan Mahmud, dan Bupati Bengkulu Selatan H. Fauzan Djamil SH, ke bundaran depan Kantor Pemkab Bengkulu Selatan,” ungkapnya.(ade)