Lebong, Kupasbengkulu.com– Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebong telah mendata tiga kelompok pengajian atau aliran yang ada di Kabupaten Lebong yang belum mengarah paham ke ekstrim radikal.

Dikatakan Kepala Kesbangpol, Heryantoni, terdapat  tiga kelompok besar pengajian yang terdeteksi di Kabupaten Lebong yakni Jamaah aliran Tareeqat Naksabandiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan aliran Pelindung Kehidupan (PK).

“Untuk Jamaah Tareeqat Nasabandiyah sendiri, terpusat di Masjid Muklisin wilayah Desa Manai Blau Kecamatan Lebong Selatan. Hingga saat ini, jemaah dari aliran tersebut mencapai sekitar 500 orang, namun yang telah dibaiat dan aktif dalam aliran tersebut hanya sekitar 60 orang. Aliran Tareqat Naqsyabandiyah merupakan cabang dari Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (JATMI),” jelas Heryantoni.

Dari tiga kelompok itu, hanya LDII yang rutin melaporkan kegiatan tiap bulannya. LDII sendiri berpusat di desa Tunggang dan diketuai oleh salah satu mantan anggota dewan.

“Aliran PK sendiri masih terhitung baru dan diikuti oleh beberapa ASN di Pemkab Lebong. Aliran ini masih dinilai belum terdapat penyimpangan. Selain itu aliran PK tersebut juga tidak terdapat penyebaran dan ajakan terhadap orang lain,” jelasnya .

Sementara itu, Kesbangpol juga menerima laporan adanya satu lagi kelompok perguruan kebatinan yang ada di Dusun 1 Desa Air Putih Kecamatan Pinang Belapis yang meresahkan masyarakat sekitar.

“Jadi ada satu laporan bahwa ada satu perguruan kebatinan. Rencananya besok (Rabu, 17/2/2016) kita akan mengecek langsung ke lokasi,”  kata Heryantoni.(spi)