jembatan gantung termakan usia

Jembatan gantung di Bengkulu Selatan termakan usia

Bengkulu Selatan, kupasbegkulu.com – Petani warga Desa Batu Aji Kecamatan Ulu Manna Bengkulu Selatan mengeluhkan kondisi lantai jembatan gantung di desa tersebut. Pasalnya, saat ini kondisi lantai jembatan itu sebagian papan jembatannya sudah patah dan sebagian yang masih tersisa sudah lapuk termakan usia.

Akibatnya, petani yang melintasi jembatan tersebut harus ekstra hati-hati dalam menyeberangi jembatan tersebut. Sebab jika jatuh dari jembatan yang tingginya sekitar 20 meter dari Sungai Air Manna ini dapat berakibat patal bagi petani pabila terjatuh.

”Saat ini lantai jembatan sebagian sudah patah dan yang tersisa sudah lapuk,” kata Diman (47) petani desa setempat.

Menurut Diman, semenjak dibangun lima tahun lalu, jembatan gantung yang panjangnya sekitar 60 meter itu belum pernah mendapatkan perbaikan dari pemerintah setempat, saat ini papan lantai itu sudah tidak layak lagi.

”Karena tidak ada perhatian dari pemerintah setempat sejak lima tahun ini, oleh warga desa Batu Aji dan petani di desa itu mempunyai inisiatif untuk mengganti sebagian papan yang lapuk itu dengan papan lain,” ungkap Diman.

Dikatakannya, jembatan itu satu-satunya akses untuk menuju areal pertanian warga berupa kebun sawit, kebun durian, karet,kopi, kako dan sawah. Diman berharap pemkab Bengkulu Selatan dapat segera memperbaiki jembatan tersebut.

”Jembatan ini satu-satunya akses jalan menuju tempat usaha, jika rusak, kami pun harus menyeberang sungai air Manna menuju tempat usaha sehari – hari. Itupun sungainya bisa di seberangi kalau musim panas. Kalau musim hujan seperti sekarang ini sungai air manna ini tak bisa di seberangi walaupun menggunakan alat bantu seperti rakit, karena airnya cukup besar dan deras. Kami sangat berharap Bupati Bengkulu Selatan dapat memperhatikan dan segera memperbaikinya,” Harap Diman. (tom)