illustrasi mobil pengangkut batubara

illustrasi mobil pengangkut batubara

Bengkulu Tengah, Kupasbengkulu.com – Sejumlah pengguna jalan lintas Bengkulu-Kepahiang mengeluhkan banyaknya bongkar muat batu bara, dari hasil penambangan warga di sungai yang dilakukan di pinggir jalan lintas tersebut.

Aktivitas bongkar muat batu bara ini di pinggir jalan lintas membuat kemacetan kendaraan yang melintas, selain itu juga mengganggunya arus lalu lintas yang menimbulkan kemacetan. Truk pengangkut batu bara jenis fuso yang diparkir di badan jalan yang membuat terjadinya kemacetan,

Menrurut Rudi, pengendara sepeda motor yang tujuan Kepahiang mengatakan gangguan kelancaran lalu lintas akibat bongkar muat batu bara di pinggir jalan tak hanya di satu titik, namun sedikitnya terjadi di 6 titik, yakni di Desa Nakau, Taba Pasmah, Kembang Seri, Taba Terunjam, Kancing dan Sukarami.

“Biasanya kalau macet pasti ada yang muat batu bara ke truk, sehingga menjadi macet yang cukup lama.karena hanya jalan lintas yang di laluinya ini hanya satu lajur yang bisa dilalui kendaraan, dan sedangkan sisanya dipenuhi truk dan tumpukan karung batu bara yang akan dinaikan ke truk,”Tegas Rudi, Selasa ( 9/2/2016 ).

Dia menambahkan sebaiknya bongkar muat batu bara ke dalam truk itu dilakukan pada malam hari, sebab arus lalu lintas dalam keadaan senggang. Sedangkan pada siang hari arus lalu lintas sangat padat, mengingat jalan tersebut merupakan jalan lintas menuju Kota Bengkulu.tuturnya

Lanjutnya, tak hanya sekali ini lewat jalan ini, setiap sekali lewat pasti terjebak macet dan penyebabnya pasti orang naikkan batu bara ke truk.

“Kalau bisa petugas dari Pemda apakah Satpol PP atau dari LLAJ bisa menegur dan memberikan aturan kalau melakukan muatan batu bara di pinggir jalan hanya boleh dilakukan malam hari saja,” Demikiannya

Penulis : Ferizal Adek