peluncuran pertalite

peluncuran pertalite

kupasbengkulu.com – Bahan bakar Pertalite kini hadir di Bengkulu dengan harga Rp 8.300 per liter. Peluncurannya serentak dilakukan dengan empat provinsi lain di Sumatera, seperti Jambi, Lampung, Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan.

Sales Eksekutif Retail Pertamina Depo Bengkulu, Sigit Wicaksono, mengatakan Pertalite dengan oktan 90 merupakan jawaban dari permintaan konsumen tentang bahan bakar yang paling sesuai untuk mesin kendaraan bermotor, dibanding dengan premium yang hanya 88 oktan.

“Pertalite dengan motto melaju lebih jauh membuat tarikan mesin lebih enteng. Di Provinsi Bengkulu sendiri Pertalite sudah tersedia di empat SPBU, antara lain KM 6,5, Rawa Makmur, Bumi Ayu, dan satu SPBU di Kota Manna,” terang Sigit, Selasa (06/10/2015).

Dia menjelaskan harga Pertalite yang berlaku di Bengkulu lebih murah dibanding di tempat lain. Hal ini karena pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Bengkulu hanya 5 persen, sama halnya dengan Provinsi Bangka Belitung. Sedangkan di Jambi dan Sumsel PBBKB mencapai 7,5 persen sehingga harga Pertalite di sana Rp 8.500 per liter.

“Hingga akhir tahun ini kita prioritaskan 16 outlet dari 37 SPBU sudah menyediakan Pertalite,” katanya.

Untuk sementara, Pertalite di Bengkulu masih disuplai dari Jambi. Terhitung 10 Oktober 2015 akan mulai suplai mandiri dari Depo Pulau Baai Bengkulu. Sementara suplai harian ditargetkan 8.000 per liter untuk setiap SPBU.

“Sambil melihat pangsa pasar, estimasi target penjualan dalam Kota Bengkulu sekitar 3.000-4.000 liter per hari, sedangkan luar kota 1.000-2.000 liter per hari,” tambahnya.

Sigit juga mengatakan meskipun Pertalite sudah tersedia di bengkulu, namun pasokan Premium tidak akan dibatsi. Hanya saja ada perubahan jalur di SPBU, yang biasanya Premium lebih banyak sebagian akan diubah menjadi Pertalite.

Sedangkan untuk tetap mempertahankan penjualan Pertamax yang harganya lebih mahal. Pertamina memberlakukan diferensiasi pelayanan konsumen.

“Seperti kita lihat di outlet Pertamax ada tanda merah seperti red carpet, kita bedakan pelayanannya karena Pertamax kan lebih mahal,” demikian Sigit. (val)