Beranda DAERAH BENGKULU SELATAN Pimpinan LSM Topan RI Laporkan Anggota Dewan Main Proyek

Pimpinan LSM Topan RI Laporkan Anggota Dewan Main Proyek

0
Ony Lufti baju putih
Ony Lufti menghadap Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Terkait dugaan adanya indikasi beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Selatan yang bermain proyek.

Ony Lufti, Pimpinan LSM Topan RI, untuk wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan ini, Kamis, (23/4/2015) sekitar pukul 12.31 WIB, mendatangi Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto.

Dalam pertemuannya dengan Ketua Dewan Bengkulu Selatan, yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Ony membeberkan, adanya beberapa anggota DPRD Bengkulu Selatan, yang terindikasi beramain Proyek.

Laporan yang disampaikan pimpinan Lemabaga Swadaya Masyarakat -Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (Lsm-Topan RI) kepada Ketua DPRD BS itu cukup ditanggapi serius oleh Ketua Dewan Yevri Sudianto.

“Saya sangat berterimaksih dengan adanya laporan dari rekan kita Ony Lufti tadi itu. Dengan laporannya itu, khususnya dalam hal–hal yang baik demi pembangunan daerah dan menjaga nama baik institusi lembaga. Hal itu merupakan sebentuk control terhadap para anggota dewan dari pihak luar demi kebaikan para anggota dewan dan menjaga nama lembaga yang terhormat ini,” kata Yevri.

Namun dirinya menyayangkan, bahwa laporan yang disampaikan pimpinan Lsm-Topan RI itu belum mempunyai bukti kuat adanya keterlibatan para anggota dewan Bengkulu Selatan itu yang bermain proyek.

“Hanya terindikasi, jangan hanya katanya, namun harus disertai bukti. Saya minta laporan secara resmi dan menyertakan bukti–bukti. Kalau memang ada bukti yang kuat, dan ternyata benar ada anggota dewan yang bermain proyek. Segera akan saya rekomendasikan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Bengkulu Selatan untuk di tindaklanjuti. Apabila terbukti nanti, akan kita tindak tegas dan akan kita berikan sangsi – sangsi sesuai peraturan yang berlaku,” demikian Yefri.

Sementara itu, Ony saat dikonfirmasi kupasbengkulu.com, usai menyampaikan laporannya secara lisan kepada Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto, dirinya mengatakan kalau untuk pembuktian secara hukum memang sulit.

“Tadi itu saya hanya sekedar menyampaikan lisan kepada pak Ketua, bahwa berdasarkan hasil pantauwan di lapangan dan informasi yang saya terima. Beberapa paket proyek yang sudah berjalan di Kabupaten Bengkulu Selatan ini terindikasi milik anggota dewan. Kalupun itu benar memang sulit untuk kita membuktikannya. Sebab tidak mungkinlah anggota dewan itu sendiri langsung terjun ke lapangan ngurusi proyek atau mencantumkan namanya pada pekerjaan tersebut, pastilah ada orang lain yang ditugaskannya. Namun selaku lembaga control social kita wajib menyampaikan hal–hal seperti ini apalagi demi nama baik lembaga DPRD dan pembangunan daerah,” kata Lufti.(tom)