oleh

Polemik Ijazah Selesaikan dengan Arif dan Bijaksana

-BENGKULU, Berita-95 views

Kupas News – Viralnya soal ditahannya ijazah para pelajar di salah satu SMK di Kota Bengkulu oleh pihak sekolah, dampaknya kian bergulir. Mulai dari Wali Kota turun tangan membantu pelunasan uang tunggakan para pelajar, Selasa, (24/8) hingga berbagai kesan tak elok akibat hal itu terpublish.

Melihat fenomena yang ada di Provinsi Bengkulu ini, Benny Suharto, pengusaha nasional yang juga politisi dan Bendahara Umum Partai Ummat merasa ‘gerah’ sekaligus prihatin dengan apa yang terjadi pada SMK, SMA sederajat yang notabene merupakan tanggungjawab pemeirntah.

Menurut Benny, apa yang sudah dilakukan berbagai pihak dalam mengatasi dan membantu masalah generasi penerus bangsa itu tentunya merupakan perbuatan baik. Malah seandainya tak ada yang membantu para pelajar yang konon mengalami kendala ekonomi akibat pademi Covid-19 masalah akan berlarut-larut.

“Hanya saja. sebaiknya masalah yang ada di Provinsi Bengkulu itu diselesaikan secara arif dan bijaksana antara intern Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Kota Bengkulu. Apalagi terlalu ‘vulgar’ dipublikasi pada berbagai media hingga menasional. Kan akibatnya Provinsi Bengkulu yang malu”, ujar Benny Suharto yang kini menetap di Ibu kota Jakarta saat di wawancarai kemarin sore.

Meskipun ia menetap di luar Provinsi Bengkulu, perkembangan informasi yang ada tetap menjadi pantauannya. Ini salah satu bagian kecil dari rasa kecintaan terhadap daerah.

Benny Suharto mengaku dirinya tetap perduli terhadap Provinsi Bengkulu, salah satunya memberikan usul terhadap soal penahanan Ijazah, termasuk ada siswa sekolah dasar sederajat yang diinformasikan tak sanggup membayar SPP.

“Saya hanya memberikan usul dan tak ada tedensi lain. Alangkah baiknya, persoalan apapun yang menyangkut kewenangan provinsi, kota dan kabupaten, dapat dibicarakan antar stakeholders sesuai cerminan sinergisitas tugas dan fungsi kewenangan masing-masing. Ini saya rasa penting, dari pada setiap kekurangan yang ada dalam kepemimpinan disebarluaskan di medsos atau di mass media. Kan yang dilakukan tetap tekad untuk membangun”.

Benny Suharto saat ditanya apakah ada muatan politik dari soal ditahannya ijazah para pelajar, termasuk tersiarnya soal ada pelajar yang tak mampu lagi membayar SPP sehingga pelajar tersebut tak dapat lagi aktif mengikuti pelajaran?

Politisi Partai Ummat ini enggan mengatakan hal itu. Semua itu kesalahan oknum, bukan lembaga atau institusi. Jangan memandang sesuatu hal itu dengan pandangan buruk sangka meskipun para pemimpin yang ada dari partai politik.

“Selagi hal yang baik dilakukan, maka masyarakat wajib dukung itu. Tentu, bila diluar kewenangan maka baiknya berkoordinasilah.  Bila kezhaliman yang di pertontonkan, lawan secara konstitusional, arif dan bijaksana untuk Provinsi Bengkulu yang sebelumnya sempat beberapa kali dipermalukan secara nasional”, kata Benny Suharto disela kesibukanya. [BB]

Rekomendasi