Bendungan Melao

Bendungan Melao

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Pekerjaan rehablilitasi bendungan dan  saluran irigasi Melao Desa Batu Lambang, Pasar Manna tidak sesuai dengan yang diharapkan para petani pemakai air.

Pasalnya bendung Air Melao yang berlokasi di Desa Batulambang tersebut, yang peruntukannya untuk mengairi 400 hektar sawah yang ada di dua desa dan satu kelurahan itu hanya dikerjakan pelapis dinding pada bagian bawahnya saja.

Sementara kebocoran air yang dikeluhkan para petani pemakai air di hamparan sawah Tanjungan, Capau belut, Batu Kuning dan Gunung Mesir itu, pada bagian atasnya juga banyak yang sudah rusak sehingga air banyak yeng merembes dan terbuang mubazir.

“Seharusnya pekerjaan pelapis dinding bendung ini dikerjakan minimal setinggi 4 meter,” kata Kusrin salah seorang petani pemakai air warga desa Batu Lambang Pasar Manna, di lokasi proyek Sabtu, (25/4/2015).

Sebab kata Kusrin, pada bagian atas dinding bendung Melao itu juga sudah banyak yang bocor. Sehingga kalau mengerjakan atau melapisi pada bagian bawahnya saja akan percuma. Air tidak akan naik dan tidak masuk ke saluran irigasi karena lebih banyak terbuang.

Menurut dia, pihak kontraktor hanya mengerjakan pelapis dinding dengan ketebalan 30 cm itu hanya setinggi 2 meter pada bagian dasar saja, sementara pada bagian atas dinding bendung hanya sekedar tambal sulam.

“Kalau sekedar tambal sulam tidak akan bertahan lama, sebab sudah sering di tambal sulam itu dan tidak lama bocor lagi. Jadi kalau hanya sekedar tampal sulam itu, saya pastikan akan percuma. Kami berharap pelapis dinding Bendungan Mela’o ini dikerjakan hingga diatas mulut saluran irigasinya ” ujar Kusrin.

Sementara itu kepala desa Batu Kuning Pasar Manna, Elen Sustiana di temui di rumahnya Sabtu, (25/4/2015) mengatakan, kalau dirinya bersama petani sudah mengecek rehabilitasi bendungan Melao yang dikerjakan di bawah penanganan bidang Pengairan Dinas PU Bengkulu Selatan tersebut.

“Tadi saya cek kelokasi proyek bendungan itu bersama petani, saya berharap kepada kontraktor yang mengerjakan bendungan Melao itu agar pekerjaannya dikerjakan sebaik mungkin, sehingga airnya betul – betul dapat dimanfaatkan oleh petani. Kepada pihak dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkulu Selatan dan juga petani yang memanfaatkan air bendungan itu untuk dapat mengawasi pekerjaan bendungan itu,” demikian Kades. (tom)